Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bawa Pajati dan Daksina Linggih Bila Nangkil ke Pura Melanting

I Putu Suyatra • Sabtu, 27 April 2019 | 15:29 WIB
Bawa Pajati dan Daksina Linggih Bila Nangkil ke Pura Melanting
Bawa Pajati dan Daksina Linggih Bila Nangkil ke Pura Melanting


BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sebagai pura fungsional, Pura Melanting di Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, setiap harinya selalu ramai dikunjungi  pamedek. Mereka berasal dari berbagai penjuru Bali. Bahkan, pura ini tak hanya ramai dikunjungi saat Purnama Tilem atau hari-hari tertentu.



 


Bila saat pujawali Pura Melanting yang jatuh setiap Punama Sasih Kapat, yang diperingati setiap setahun sekali,  ribuan umat Hindu datang dari berbagai pelosok Bali. Mereka datang untuk memohon kelancaran dan kemakmuran  usaha yang dirintisnya. Baik usaha dagang maupun biro jasa.



Salah seorang pemangku Pura Membanting, Jro Mangku Semadi menegaskan, sejauh ini rata-rata pamedek yang nangkil  (datang sembahyang) membuka usaha dagang  di Bali. Misalnya pedagang di pasar, toko sembako, pemilik warung, bahkan sampai ke perusahaan-perusahaan yang mengalirkan dana secara cepat dalam menjalankan perusahaan. Seperti Perbankan, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) hingga Koperasi Simpan Pinjam.



“Sesajennya bisa bawa pajati dan Daksina Linggih bagi yang punya usaha. Apakah berjualan atau bisnis bisa mapinunas di sini, umat se-Bali yang datang,” ujar Jro Mangku Semadi kepada Bali Express (Jawa Pos Group), akhir pekan lalu.


Menurutnya, tirta yang ditunas di Pura Melanting dapat dipercikkan di tempat usaha. Selain itu, Daksina Linggih yang ditunas (dimohon dibawa pulang) dari Pura Melanting, bisa distanakan di tempat usaha. Langkah itu diyakini dapat memberikan  kelancaran terhadap bisnis yang dilakoni warga. “Kalau mau ngentosin (mengganti) Daksina Linggih juga bisa. Silakan dilakukan setiap tahun. Bisa nangkil lagi, baru diganti dengan yang baru  lagi. Kemudian distanakan di tempat usaha,” tutupnya.


 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu #pura #sejarah pura #buleleng