BALI EXPRESS, MENGWI - Pura Manik Galih di Buduk, Mengwi, Badung, Bali, mengadopsi konsep Dwi Mandala. Punya beberapa palinggih di utamaning mandala berupa padmasana, gedong panyimpenan, pelik sari, dan Palinggih Sang Hyang Taya. Sedangkan di jaba ada Palinggih Panglurah.
Palinggih Sang Hyang Taya beda dengan yang ada karena palinggihnya dengan arca patung tanpa kepala.
Jro Mangku Made Pasek Arsana mengungkapkan bahwa sosoknya sudah ada sejak dahulu seperti itu. “Saya pun sempat bingung, kemudian saya belajar dan mencari di sastra. Rupanya ada memang arca yang tanpa kepala ini,” terangnya.
Dalam sastra diakuinya ditemukan memang ada arca tanpa kepala, hidung, dan mulut. "Sang Hyang Taya ini diyakini merupakan Ida yang bisa mengatasi hal-hal negatif maupun yang tidak beres,” ungkap pemangku Pura Manik Galih, Jro Mangku Made Pasek Arsana, 76.
Menurutnya, kondisi arca tersebut memang sejak awal seperti itu. Dan, saat perbaikan hanya bagian bawahnya saja dibuat bagus dan arca patung Sang Hyang Taya tetap seperti semula. ”Kita tidak ada perbaiki, kecuali pondasinya,” ucapnya. (agus sueca merta)
Editor : I Putu Suyatra