Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Mengenal Fungsi Palinggih Pamerajan dan Pekarangan Umat Hindu di Bali

I Putu Suyatra • Senin, 21 Oktober 2019 | 20:34 WIB
Mengenal Fungsi Palinggih Pamerajan dan Pekarangan di Bali
Mengenal Fungsi Palinggih Pamerajan dan Pekarangan di Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS - Dalam tradisi keluarga Bali, selain rumah dan dapur, pekarangan sebuah keluarga Hindu juga memiliki tempat suci yang dikenal sebagai Sanggah atau Pamerajan.

Sebagai tempat pemujaan leluhur, Sanggah atau Pamerajan di pekarangan keluarga Bali juga dilengkapi dengan Palinggih yang memiliki fungsi yang berbeda-beda.

Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Putra Sara Shri Satya Jyoti menjelaskan bahwa terdapat tiga jenis Palinggih yang umumnya ada dalam Sanggah atau Pamerajan pada pekarangan keluarga Hindu di Bali.

"Jenis-jenis Palinggih ini meliputi Palinggih Pokok, Palinggih Padma, dan Palinggih Penyawangan," jelasnya.

Meskipun dibagi menjadi tiga jenis, Ida Rsi menegaskan bahwa ketiga kelompok Palinggih ini biasanya berada dalam satu area yang sama, yaitu Utama Mandala Sanggah atau Mrajan. Beberapa Palinggih juga dapat ditempatkan di luar area Pameranjan, tetapi masih berada dalam pekarangan perumahan.

Palinggih pokok merupakan Palinggih yang utama dan memiliki keterkaitan langsung dengan Sanggah atau Pamerajan di perumahan tersebut.

Fungsi utama Palinggih ini adalah untuk memuja leluhur dan segala yang berhubungan dengan mereka.

Contoh Palinggih pokok yang umumnya ada dalam Pamerajan adalah Palinggih Kemulan, Palinggih Taksu, dan Palinggih Panglurah.

Untuk Sanggah atau Mrajan Gede, terdapat beberapa Palinggih tambahan seperti Palinggih Pertiwi, Palinggih Catu Meres, dan Palinggih Manjangan Seluwang.

Pada pura Panti atau Paibon, susunan Palinggih utamanya hampir sama dengan Pamerajan Gede, dengan tambahan Palinggih seperti gedong Pertiwi, Palinggih Catu Meres, dan Palinggih Manjangan Seluwang.

Selain Palinggih tersebut, terdapat juga Palinggih Padma yang memiliki fungsi khusus, yaitu untuk memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Palinggih Padma ini bukanlah Palinggih utama dan tidak semua Pamerajan harus memiliki Palinggih ini.

Palinggih Penyawangan berfungsi sebagai perantara pemujaan kepada para Dewa atau Bhatara-Bhatari yang berstana di pura atau tempat lain yang agak jauh. Ini berguna terutama bagi orang-orang yang tidak dapat dengan mudah pergi ke pura seperti Besakih atau Gunung Agung karena jarak yang jauh dan persiapan yang panjang.

Palinggih Penyawangan juga berfungsi sebagai tempat ngubeng (persembahan) untuk Ida Bhatara-Bhatari yang berasal dari Pamerajan Gede atau Pura Paibon milik keluarga pemilik Pamerajan tersebut.

Biasanya, keluarga yang memiliki Palinggih ngubeng ini tinggal jauh dari keluarga inti mereka.

Selain Palinggih tersebut, terdapat juga Palinggih yang berada di luar merajan, seperti Peliggih Surya Pengijeng yang terletak di tengah pekarangan menghadap ke barat, Tugu Penunggun Karang yang biasanya berada di barat daya, dan Palinggih Pengadang-adang yang ada di luar perumahan dan biasanya disebut sebagai Palinggih Lebuh.

Pengelompokan Palinggih ini membantu memahami fungsi-fungsi yang beragam dan tatanan upacara piodalan di sebuah Mrajan atau Sanggah, mulai dari Pamerajan Paumahan hingga Pamerajan Paibon atau Pura Panti.

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #merajan #hindu #Palinggih #tradisi #pekarangan