ABIANSEMAL, BALI EXPRESS - Pura Beji bagi masyarakat Bali sangat identik dengan Pura Sebagai tempat untuk melukat atau ritual pembersihan diri. Sehingga pura Beji ini selalu identik dengan pura yang memiliki sumber air. pada umumnya air yang menjadi sumber air di Pura Beji ini merupakan air telebutan atau air yang muncul dari dalam tanah.
Salah satunya adalah Pura Beji Pondok Intan Asri yang beralamat di Perumahan Pondok Intan Asri Desa Sedang Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, Bali. Meskipun terletak diareal perumahan Pondok Intan Asri namun Pura Beji ini menjadi salah satu tempat untuk melukat bagi umat hindu. Tujuanya untuk melebur mala, (membersihkan aura negatif).
Menurut Mangku Nengah Sandra (saat diwawancarai Juli 2016), pemangku dari Pura Beji Pondok Intan Asri ini, keberadaan Pura Beji yang terletak di sisi barat Perumahan Pondok Intan Asri ini memang sudah ada sejak perumahan tersebut belum dibangun. “Pada masa dulu, seluruh areal ini adalah areal persawahan dan di tengah sawah tersebut memang terdapat sumber air, berupa telebutan,” jelasnya.
Namun karena dijadikan perumahan, akhirnya lokasi Beji tersebut tidak dipelihara dengan layak, hingga akhirnya sampai pada tahun 2004, ketika Mangku Sandra menjadi warga diperumahan tersebut, keberadaan Beji tersebut belum terpelihara dengan baik. Namun diakui Sandra jika beji tersebut sudah digunakan sebagai tempat untuk memohon air suci bagi warga yang tinggal di perumahan tersebut.
Karena menjadi tempat untuk memohon air suci dan banyak masyarakat yang percaya jika sumber air tersebut merupakan sumber air suci, akhirnya secara perlahan warga perumahan melakukan perbaikan terhadap pura Beji tersebut. Dan semenjak itu, diakui Mangku Sandra keberadaan Pura Beji menjadi tempat suci bagi warga perumahan Pondok Intan Asri.
Adapun yang dipuja di Pura Beji ini adalah Ida Bhatara Wisnu sebagai Manifestasi Ida Sang Hyang widhi sebagai dewa pemelihara kehidupan di Dunia. Selain itu yang dipuja di pura Taman Beji ini adalah Ida Bhatari Ulun Danu dan Ida Bathari Ratu Niang Sakti dengan beragam manifestasinya. “Selain itu, dalam kepercayaan Agama Hindu, Dewa wisnu adalah dewa penguasa air, yang bertugas untuk menyucikan segala jenis mala (kotoran) duniawi,” paparnya.
Pura Beji ini diakui Mangku Sandra berbeda dengan pura Beji lainnya yang ada di Bali, adapun perbedaan dari Pura Beji lainnya adalah letak sumber air di pura Beji ini, yakni sumber air di Pura taman Beji ini berada lima meter di dalam tanah.
Hal ini dikatakan Mangku Sandra karena sebelumnya lokasi air telebutan tersebut berada di bawah dan setelah dilakukan perawatan dan dibangun senderan oleh pengembang di perumahan tersebut, barulah Pura Taman Beji tersebut dirawat dengan layak.
Untuk melakukan ritual melukat, pengelukatan dilakukan di areal jaba Beji, setelah sebelumnya pemangku memohon mengelukatan dan mengambil air telebutan yang saat ini sudah dipasangi buis sehingga menjadi sumur dengan kedalaman lima meter.
Untuk sarana yang digunakan dalam melakukan ritual pengelukatan, Mangku Sandra menyebutkan jika umat cukup membawa banten pejati dan Bungkak Nyuh Gading (Kelapa Gading muda) yang dilengkapi dengan bunga tujuh warna atau sebelas warna.
Untuk waktu pengelukatan, Mangku sandra mengatakan jika waktu yang tepat untuk melakukan pengelukatan bisa dilakukan pada hari purnama ataupun Tilem. “Selain itu pengelukatan juga bisa dilakukan pada hari-hari lainnya, seperti pada hari otonan ataupun pada hari yang sudah ditentukan oleh umat yang datang melukat,” paparnya.
Editor : I Putu Suyatra