ABIANSEMAL, BALI EXPRESS - Untuk masyarakat yang datang ke pura Taman Beji Pondok Intan Asri, di Perumahan Pondok Intan Asri Desa Sedang Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung, Bali, tidak saja berasal dari lingkungan perumahan Pondik Taman Asri saja, tetapi juga datang dari beberapa wilayah di luar Kabupaten Badung. Bahkan beberapa waktu lalu diakui Mangku Sandra, masyarakat yang datang juga berasal dari berbagai daerah di Bali.
“Rata-rata para pamedek yang datang ini adalah mereka yang ingin melakukan upacara pengelukatan di pancaran Pura Beji Taman Suranadi ini karena mendapat petunjuk dari orang pintar,” jelas Mangku Nengah Sandra (saat diwawancarai Juli 2016), pemangku dari Pura Beji Pondok Intan Asri.
Adapun tujuan masyarakat melakukan pengelukatan di Pura Beji Taman Suranadi ini adalah untuk memohon kesembuhan dari penyakit yang dideritanya. Selain itu, ada pemedek yang datang untuk melukat karena ingin mendapat ketenangan rohani. Adapun jenis penyakit yang dimaksud oleh Mangku Sandra adalah jenis penyakit non medis yang diderita oleh seseorang dengan rentang waktu yang cukup lama. Dan setelah mendapat petunjuk dari orang pintar dan melakukan pengelukatan secara berkala, akhirnya pemedek ini berangsur-angsur sembuh dari sakit yang dideritanya.
Selain berfungsi sebagai sarana penyembuhan, tirta yang bersumber dari Taman Suranadi yakni air telebutan dipercaya juga berfungsi untuk memberikan ketenangan dan kesejukan untuk sebagian besar umat, sehingga masyarakat yang datang dengan tujuan melukat, selain ingin mendapatkan kesembuhan, juga bertujuan untuk memperoleh ketenangan rohani.
Selain untuk memohon ketenangan rohani, fungsi dari Pura Beji Taman Suranadi ini juga sebagai tempat untuk nunas tirta (air suci) bagi masyarakat yang ada di sekitar perumahan Pondok Intan Asry desa Adat Sedang.
Untuk khasiat dari Pura Taman Beji ini sebagai tempat untuk memohon kesembuhan, Mangku Sandra menambahkan jika khasiat dari air di Pura Taman Beji ini memang sudah dikenal sebagai obat untuk mengobati penyakit kulit seperti panu dan kudis oleh masyarakat yang tinggal di Desa Adat Sedang. “Sehingga sejak dulu, banyak masyarat yang menggunakan beji ini sebagai tempat untuk mnelakukan ritual pengelukatan, bahkan sebelum menjadi pura dan dibangun senderan seperti sekarang ini, banyak masyarakat yang menggunakan sumber air ini sebagai tempat mandi,” paparnya.
Editor : I Putu Suyatra