Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pura Luhur Besi Kalung; Tempat Mohon Kekebalan dan Taksu Para Pejabat

I Putu Suyatra • Selasa, 7 Januari 2020 | 20:23 WIB
Pura Luhur Besi Kalung; Tempat Mohon Kekebalan dan Taksu Para Pejabat
Pura Luhur Besi Kalung; Tempat Mohon Kekebalan dan Taksu Para Pejabat

TABNAAN, BALI EXPRESS - Pura Besikalung terletak di Desa Adat Utu, Kedesaan Babahan, Penebel, Tabanan. Dipercaya jika sembahyang dan meditasi di pura ini, akan mendapat anugrah kasiddhian berupa kekuatan, taksu untuk menjabat, hingga kekebalan.


 


Menurut Jro Mangku Nengah Maryana (saat diwawancarai 2016), kepercayaan tersebut kembali kepada yang bersangkutan. “Kalau ada masyarakat yang memohon seperti itu, kami hanya ngastawaang (melakukan pemujaan) saja. Terserah Beliau (ida bhatara),” ungkapnya. “Tapi banyak pejabat yang mengatakan seperti itu,” tambahnya. Di samping itu, ada pula yang mohon berbagai obat, terutama agar lekas memperoleh keturunan.


Meskipun demikian, Maryana menekankan itu kembali ke keyakinan umat. “Itu kembali ke personal. Apapun yang diyakini, maka bisa saja,” ungkapnya. Ia mencontohkan seperti berobat ke dokter. Kalau sudah ada keyakinan atau sugesti, maka kesembuhan itu pasti akan didapatkan. Tapi memang menurutnya banyak yang setelah memohon kemudian datang lagi untuk sembahyang dan mengucapkan terima kasih karena permohonannya terkabul.


Pensiunan pegawai bandara tersebut pun melanjutkan tidak ada sarana khusus. Menurutnya seperti biasa hanya menghaturkan banten pejati atau sesuai kemampuan umat. “Kami tidak ingin memberatkan umat. Bahkan dengan canang atanding pun, asalkan ikhlas,” ungkapnya. Ia menilai itu hanya sebuah sarana untuk melengkapi jñana yang belum sempurna. “Kalau jñana-nya tinggi, bahkan dengan semedi saja bisa mencapai Beliau,” tegasnya.Meskipun demikian, ia tidak menampik banyak orang atau pejabat yang datang untuk sembahyang ke Pura Besikalung untuk mohon restu agar bisa menjabat dan taksu agar bisa melanggengkan kekuasaannya. “Banyak, terutama sebelum Pemilu,” ujarnya.


Bukan hanya dari kalangan Tabanan, namun juga orang nomor satu Bali, Mangku Pastika juga dikatakan pernah datang untuk sembahyang di pura ini. Selain itu, ada pula menurutnya yang dari luar Bali. “Ada, tapi insidentil saja,” jelasnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #hindu #pura #sejarah pura