Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ritual Sri Yantra, Hadirkan Dewi Laksmi untuk Rezeki dan Ketenangan

Nyoman Suarna • Sabtu, 18 Januari 2020 | 03:38 WIB
Ritual Sri Yantra,  Hadirkan Dewi Laksmi untuk Rezeki dan Ketenangan
Ritual Sri Yantra, Hadirkan Dewi Laksmi untuk Rezeki dan Ketenangan


Tidak sedikit orang merasa bahwa kehidupan, rezeki, maupun pekerjaanya tidak semulus yang orang lain rasakan. Padahal, sudah  berusaha keras, namun masih  biasa-biasa saja hasilnya. Bila itu terjadi, ada cara lain yang mesti dilakukan agar mendapatkan ketenangan dan rezeki yang lebih baik, yakni belajar melakukan Sri Yantra. Lalu, apa sebenarnya Sri Yantra tersebut?


TOKOH spiritual Rasa Achrarya Prabhuraja Darmayasa mengatakan, Sri Yantra Sadhana tidak bisa sembarang dilakukan. Sri Yantra adalah ibu dari semua yantra, dan Sri Yantra merupakan yantra yang paling sakti. "Ada banyak kwaca atau baju perlindungan dengan mantra. Namun, yang paling ampuh dari semua yantra adalah Sri Yantra," terang Rasa Achrarya Prabhuraja Darmayasa didampingi tokoh  Sri Yantra dari India, Shri Shri 1008 Mahamandaleshwar Swami Jaikishan ji Maharaj saat ritual Lakshmi Yantra di Paramadhama Ashram, Meditasi Angka di Padang Galak, Sanur, Selasa (14/01/20).


Tak disanggahnya, banyak orang berpikir apa sebenarnya Sri Yantra itu, sebab masih tedengar asing di telinga sebagian orang, juga kaitannya dengan dewi mahapemurah, Dewi Laksmi.


Dalam kitab-kitab Purana, Dewi Laksmi adalah ibu dari alam semesta, sakti dari Dewa Wisnu. Dewi Laksmi memiliki ikatan yang sangat erat dengan Dewa Wisnu. Dalam beberapa inkarnasi Wisnu (Awatara), Dewi Laksmi ikut serta menjelma sebagai Sita, ketika Wisnu menjelma sebagai Rama. Kemudian menjadi Rukmini, ketika Wisnu menjelma sebagai Kresna, dan Alamelu (ketika Wisnu menjelma sebagai Wenkateswara). Merak dalam penggambaran Dewi Laksmi adalah simbol dari kebenaran mutlak penciptaan hitam dan putih. Sebab, merak sesekali waktu mengembangkan bulu-bulunya sebagai lambang keindahan yang abadi dan lambang pernikahan.


Ditambahkannya, Dewi Laksmi disebut juga Dewi Uang. Ia juga disebut 'Widya', yang berarti pengetahuan. Karena dia juga Dewi pengetahuan keagamaan. "Ia juga dihubungkan dengan setiap kebahagiaan yang terjadi di antara keluarga dan sahabat, perkawinan, anak-anak, kekayaan, dan kesehatan yang menjadikannya Dewi Laksmi yang sangat terkenal di kalangan umat Hindu," bebernya. Shri Shri 1008 Mahamandaleshwar Swami Jaikishan Ji Maharaj di hadapan ratusan orang peserta Sri Yantra menuturkan, Sri Yantra ada dari salah satu kisah  bahwasannya Dewi Laksmi pada waktu dahulu tidak berpuas hati dan memilih untuk meninggalkan dunia.


Akibat dari tidak hadirnya Dewi Laksmi di dunia, sehingga dunia kehilangan sosok mahapemurah, duka dan kelaparan akhirnya berdatangan.


Melihat hal itu terjadi, Rsi Wasista kemudian bertapa dan pergi ke alam spiritual untuk menemui Dewi Laksmi. Rsi Wasista pun memohon kepada Dewi Laksmi agar berkenan turun ke dunia. "Tanpa kehadiran Dewi Laksmi, dunia tidaklah berarti. Namun, Dewi Laksmi yang sedang tidak berpuas hati, tidak juga berkenan turun,” ucap Rasa Achrarya Prabhuraja Darmayasa mengartikan ucapan  bahasa Hindi dari Shri Shri 1008 Mahamandaleshwar Swami Jaikishan Ji Maharaj.


Merasa tidak berhasil membujuk Dewi Laksmi, Rsi Wasista melakukan tapa memuja Dewa Wisnu. Dewa Wisnu yang senang akan tapa tersebut, akhirnya  berkenan hadir di hadapan Rsi Wasista. Sang Rsi pun mengutarakan permasalahan yang terjadi. Mendengar hal itu, Dewa Wisnu bersama Rsi Wasista kemudian menemui Dewi Laksmi. Dewi Laksmi mengatakan alasan  tidak berkenan turun ke dunia dan sangat menyesali  karena pada masa itu di dunia sudah tidak ada kesucian.  Bahkan, pikiran manusia pun sudah tidak bersih dan suci, sehingga tidak berkenan lagi hadir di dunia.


Setelah mendengar alasan tersebut, Rsi Wasista pun kembali ke dunia untuk menceritakan alasan Dewi Laksmi tidak mau turun ke dunia kepada manusia di bumi.


Guru Brhaspati, guru para dewa lantas memberikan satu jalan keluar. Jalan keluar yang jadi satu-satunya kesempatan agar bisa menghadirkan Dewi Laksmi ke dunia, adalah  dengan melakukan Sri Yantra. Melalui pelaksanaan Sri Yantra ketika pemutaran Gunung Mandara Giri di Lautan Susu, Dewi Laksmi akhirnya muncul dan turun kembali ke bumi. “Beliau mengaku terpaksa hadir karena adanya Sri Yantra. Dewi Laksmi pun mengungkapkan dasar pemujaan beliau adalah Sri Yantra. Tetapi saat melakukan Sri Yantra haruslah dalam keadaan bersih dan suci,” ujar Rasa Achrarya Prabhuraja Darmayasa kepada Bali Express (Jawa Pos Group) yang mengikuti acara hingga larut malam. Usai menceritakan tentang kisah Sri Yantra, selanjutnya Shri Shri 1008 Mahamandaleshwar Swami Jaikishan Ji Maharaj mengajarkan Sri Yantra kepada umat yang hadir di Paramadhama Ashram. Dalam melaksanakan Sri Yantra hendaknya seseorang membersihkan diri dulu dengan mandi dan keramas. Sri Yantra pun bisa dilakukan pada pagi hari.


Rasa Achrarya Prabhuraja Darmayasa menerangkan tata cara  memulai Sri Yantra di rumah masing-masing.


Umat diminta menyediakan Panca Amerta berupa lima jenis air dari air suci, susu murni, susu asam, madu, dan air mawar. Panca Amerta tersebut digunakan untuk abhiseka Sri Yantra.


Saat proses abisheka (membersihkan, menyucikan), diikuti dengan menchanting  mantra  'Om Sri Maha Laksmi Ya Namah' . Usai berdoa dengan mantra tersebut, dilanjutkan dengan mantra utama memuja Dewi Laksmi.


Mantra  diucapkan selama prosesi abhiseka penyiraman dengan Panca Amerta.   Jika  rajin melakukan Sri Yantra Sadhana, seseorang akan bisa mendapatkan 'keajaibannya'. Namun, semuanya harus menjaga kebersihan dan kesucian diri.


Menurut Rasa Achrarya Prabhuraja Darmayasa, dengan melakukan Sri Yantra dengan konsisten, baik, dan benar, seseorang bisa mendapat kesejahteraan dan perlindungan. Rezekinya juga dimudahkan.


"Semua itu bisa terjadi asal umat juga menjaga kebersihan dan kesucian. Tidak hanya kebersihan diri, tetapi juga rumah dan lingkungan kita.  Kita mengundang Dewi Laksmi dalam doa kita untuk memberkati kita dengan rezeki yang baik, masa disambut dengan rumah kotor, juga badan dan rohani yang kotor,” tegasnya.

Editor : Nyoman Suarna
#denpasar