Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Arya Tangkas Ditugaskan Sebagai Rakryan Patih

Nyoman Suarna • Rabu, 17 Juni 2020 | 00:18 WIB
Arya Tangkas Ditugaskan Sebagai Rakryan Patih
Arya Tangkas Ditugaskan Sebagai Rakryan Patih


Putra dari Arya Kanuruhan yang kedua adalah Kiyayi Tangkas yang sering pula disebut Arya Tangkas. Beliau bertugas (mendapat tugas) dari raja sebagai Rakryan Patih. Kiyayi Tangkas sangat bakti kepada raja, sehingga dia ditugaskan sebagai Rakryan Patih tedeng aling-aling raja. Kiyayi Tangkas sangat setia terhadap Dalem, segala perintah Dalem tidak pernah ditolaknya.



Di lain kisah, pada zaman pemerintahan Dalem Sri Kresna Kepakisan tahun 1350 di Kerajaan Samprangan, salah satu patih bernama Sirarya Wang Bang Pinatih Mantra atau Arya Demung Wang Bang Pinatih ditugaskan di Kertalangu. Sirarya Wang Bang Pinatih Mantra mendirikan pusat pemerintahan bernama Puri Kertalangu di Kertalangu yang sekarang bernama Balitex. Kertalangu mengandung arti sempurna dan indah.



Kini Kertalangu termasuk dalam wilayah Desa Kesiman, dimana asal-usul Kesiman, menurut beberapa sumber, berawal dari ajaran Mendesa, bahwa Kesiman berasal dari kata Sima yang artinya adat-istiadat. Wilayah yang menjadi kekuasaan Puri Kertalangu adalah Batan Buah, Kedaton sebelah timur, Kebon Kuri dan wilayah sekitarnya termasuk Kehen.



Runtuhnya Puri Kertalangu berawal dari perselisihan antara Raja Kertalangu I Gusti Ngurah Agung Pinatih dengan mertuanya I Dukuh Pahang. Perselisihan ini bermula dari ketidakpercayaan Raja Kertalangu bahwa I Dukuh Pahang tidak akan bisa moksah. Raja Kertalangu mengatakan, jika kelak I Dukuh Pahang bisa mencapai moksa,  maka beliau bersedia turun takhta atau tidak menjadi raja lagi di Puri Kertalangu.



Sumpah raja I Gusti Ngurah Agung Pinatih membuat mertuanya I Dukuh Pahang merasa tersinggung dan mengeluarkan kata-kata “Dumadak I Ratu Kakawonang antuk semut, agelis Ratu Kesah saking Kertalangu, kerebut dening semut (Semoga Anda diserang oleh semut dan segera meninggalkan wilayah Kertalangu).”



Kutukan Dukuh Pahang menjadi kenyataan. Raja Kertalangu diserang “semut”. Kata semut, mungkin sebuah pasemon (perumpamaan) atau kiasan. Perlu pengkajian lebih jauh dari para ahli. (bersambung/man)



Editor : Nyoman Suarna