Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Siva dan Orang Suci Disebut Juga Bhagawan

I Komang Gede Doktrinaya • Jumat, 10 Juli 2020 | 16:39 WIB
Siva dan Orang Suci Disebut Juga Bhagawan
Siva dan Orang Suci Disebut Juga Bhagawan

DENPASAR, BALI EXPRESS-Salah satu Nama Suci Siva (Siwa) adalah Bhagavan. Siva, seperti disebutkan dalam Pustaka suci Svetasvatara Upanisad 3.11, dihubung-hubungkan dengan sebutan Bhagavan karena bersifat sarva-vyapi, masuk dan berada dalam semua atau segala (sarvananasiro grivah sarva-bhuta-guhasayah sarva-vyapi ca bhagavan tasmat sarvagatah sivah).



OM, sembah bhakti hamba kepada Siva Bhagavan, yang mengaruniai segala kesejahteraan hidup kepada semua (OM Bhagavate Namah). Dalam Visnu Purana 6.5.78 disebutkan 'Utpattim pralayam caiva bhutamagatim gatim vettim vidyamavidyam ca sa vacyo bhagavan iti'. Artinya, dia yang mengerti secara penuh perihal penciptaan dan peleburan (alam semesta), kemunculan dan lenyapnya makhluk hidup, kebijaksanaan dan kegelapan, dia disebut sebagai Bhagavan.


Mengapa Tuhan disebut sebagai Bhagavan, mengapa orang-orang suci disebut sebagai Bhagavan? Mengapa pula di Bali ada golongan Pandita dengan julukan Begawan? Kita sering mendengar kata yang juga diakhiri dengan 'van' dan 'vati' (wan, wati), seperti Gunavan (Gunawan), Gunavati (Gunawati), Dharmavan (Dharmawan), Dharmavati (Dharmawati). Kemudian ada Balavan (dia yang kuat), Rupavan (dia yang tampan), dan lain-lain. Putravan menunjukkan laki, dan putravati menunjukkan perempuan.


Begitu pula kata Bhagavan menunjukkan laki dan Bhagavati menunjukkan perempuan. Bhaga-van (Bhagavati) berarti yang mempunyai atau memiliki Bhaga. Kata bhaga, oleh Maharesi Parasara dalam Pustaka Suci Visnu Purana dikatakan sebagai yang memiliki 6 (enam) jenis kehebatan secara sempurna, yaitu Aisvarya (segala jenis kemegahan atau kekuasaan), Dharma (perbuatan dalam Dharma atau kebenaran). Di kitab lain kata Dharma ditempati oleh Virya yang artinya segala jenis kekuatan.


Yasa (segala jenis kemashyuran), Sri (segala jenis kemakmuran, dipenuhi harta benda), Jnana (segala jenis pengetahuan), dan Vairagya (tidak mempunyai keterikatan pada segala hal-hal duniawi). Keenam keistimewaan inilah yang dinamakan Bhaga (aisvaryasya samagrasya viryasya yasasah sriyah jnana-vairagyayoscaiva). Mereka yang memiliki keenam jenis kehebatan sempurna ini (sannam bhagam itingana), maka dinamakan Bhagavan bagi yang Purusa (laki) atau Bhagavati bagi yang Pradhana (perempuan).


Oleh karena Tuhan Yang Maha Esa mempunyai kesempurnaan terhadap keenam Bhaga tersebut, maka Tuhan disebut sebagai Bhagavan. Tuhan sebagai yang memiliki segala kesempurnaan yang sempurna. Sebagaimana disebutkan di dalam kitab suci Upanisad, yaitu Isa Upanisad, bahwa Tuhan itu sempurna adanya. Walaupun dari yang sempurna terciptakan alam-alam yang sempurna yang tiada batas, tetapi yang sempurna itu tidak pernah berkurang, tidak pernah cacat, melainkan tetap sempurna adanya (purnamadah purnamidam purnat purnam udacyate purnasya purnamadaya purnamevavasisyate). 


Dari sinilah bermunculan nama-nama yang memakai sebutan bhagavan (begawan), seperti Bhagavan Krsna, Bhagavan Rama, Bhagavan Buddha, Bhagavan Mahavira, dan lain-lain. Di Bali kita mengenal sebutan Begawan sebagai gelar Pandita bagi soroh tertentu.


Bhagavan sebagai Bhagavan, Tuhan sebagai Bhagavan adalah sempurna sepenuhnya. Akan tetapi, sebutan Bhagavan kepada yang selain Tuhan, tidak dapat dikatakan sebagai Bhagavan yang Purna Bhagavan yang bukan Ida Sang Hyang Parama Ishvara yang memiliki kelengkapan keenam persyaratan Bhaga secara sempurna, melainkan memiliki keenam persyaratan Bhaga dalam keterbatasan masing-masing.


Dalam kitab suci Bhagavad-gita pada banyak tempat tertuliskan kata 'Shri Bhagavan Uvaca' menunjuk pada Bhagavan sebagai Tuhan, karena hanya Tuhan yang memiliki keenam kelengkapan tersebut secara sempurna.


Beliau Maha Kuat secara sempurna, sehingga disebut sebagai Bhagavan.  Beliau Maha Termashyur secara sempurna, maka disebut sebagai Bhagavan dan seterusnya. Sekali lagi, nama Tuhan tersebut akhirnya dipergunakan pula untuk menyebutkan orang-orang suci yang memiliki pula keenam sifat-sifat mulia tersebut. Walau tidak sempurna, tetapi tetap berada jauh di atas dari sifat yang dapat dimiliki oleh manusia biasa.


Kebijakan perihal gelar Bhagavan diberikan kepada orang-orang suci, mengingat orang-orang suci tersebut sudah tidak terbingungkan oleh keenam jenis kemuliaan tersebut, dan beliau mampu meraihnya dengan baik. Sedangkan pada zaman belakangan gelar Begawan, khususnya di Bali diberikan kepada para Pandita dari 'warga' tertentu, dimaksudkan agar yang bersangkutan menjaga ketat dirinya untuk berpegang teguh pada keenam sifat-sifat mulia tersebut, demi pelayanannya kepada umat.


Ada yang menarik dalam hal ini, yaitu ulasan nama Bhagavan juga mempunyai makna sangat utama, sehubungan dengan lima elemen alam yang disebut Panca Maha Bhuta: Bha adalah Prithivi, tanah; Ga adalah gagana, akasa, angkasa; va adalah vayu atau angin; A adalah agni, api; dan N (a) adalah nira, apah, atau air.


Oleh : Acharya Darmayasa, Master Meditasi Angka, Pengajar Veda, dan Penerjemah Bhagavad Gita.

Editor : I Komang Gede Doktrinaya