Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Usada Babahi (20) : Terkena Guna-Guna Jadi Gila

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 22 April 2021 | 16:12 WIB
Usada Babahi (20) : Terkena Guna-Guna Jadi Gila
Usada Babahi (20) : Terkena Guna-Guna Jadi Gila


DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam Babahi, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan mantra untuk mengatasi akibat sakit karena dibuat oleh orang berniat jahat ini, akan dibeber lewat Usada Babahi.


Usada Babahi diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).


Tangan dan kaki pegal linu dan sulit digerakkan dan jari tangan tidak bisa dikepalkan, terkena guna-guna Jaran Guyan. Sarana : kulit pohon kepah, bulu anjing merah, bulu babi betina, air kencing kuda putih, air cuka, dipipis untuk bedak. 


Terkena desti Jaran Guying, sakitnya gelisah, kaki semutan, badan dan muka seperti digerayangi kutu, juga terasa di dalam kulit. 


Sarana : air satu takaran, sarinya bunga teleng putih satu takaran, sarinya jeruk purut satu takaran, garam uku satu bagian, hidungnya ditutuh.


Terkena Guna-guna. Sarana : geligi badak, cendana jenggi, air sumber, kelembak kasturi, rempah-rempah, membuat obat tepat pada waktu tengah hari, di terek pada dahi. Terek  (dioleskan berupa garis ). 


Terkena Guna-guna sampai gila. Sarana : bunga cempaka, hidung ditutuh. Terkena guna-guna menjadi gila dan bingung. Sarana : air kencing kuda hitam, tahi kambing hitam, tahi tikus pohon, kelembak kasturi dan disembarkan pada hidung, tangan dan telinga.


Gila dan suka termenung, bernama Indragraha. Sarana : merica, musi, kapkap, telinganya disembar.



Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#bali #lontar #pengobatan #balinese #usadha #sakit #hindu #tradisi