DENPASAR, BALI EXPRESS-Kitab Sarasamuccaya yang membahas perihal kehidupan dan moral umat, melaui Catur Warga atau Catur Purusaartha (Artha, Kama, Dharma, dan Moksa, salah satu kitab penting bagi umat Hindu.
Buku Sarasamuccaya yang diterjemahkan oleh I Nyoman Kajeng Dkk ini, diserikan untuk menambah wawasan umat tentang agama Hindu.
Dharme carte kame ca moksa ca bharatasabha, Yadihasti tadanyatra yannehasti an tat kvacit. Anaku kamung Janamejaya, salwirning warawarah, yawat makapadarthang caturwarga, sawataranya, sakopanyasanya, hana juga ya ngke, sangksepanya, ikang hana ngke, ya ika hana in glen sangkeriki, ikang tan hana ngke, tan hana ika ring len sang keriki.
Terjemahan : Anaknda Janamejaya, segala ajaran tentang Catur Warga (dharma, artha, kama dan moksa), baikpun sumber, maupun uraian arti atau tafsirnya, ada terdapat di sini. Singkatnya, segala yang terdapat di sini akan terdapat dalam sastra lain. Yang tidak terdapat di sini tidak akan terdapat dalam sastra lain dari sastra ini (tentang Catur Warga).
Manusah sarvabhuteṣu varttate vai subhasubhe, asubheṣu samavistam subhevevavakarayet. Ri sakhwening sarwa bhuta, iking janma wwang juga wenang gumawayaken ikang subha asubhakarma, kuneng panentasakena ring subhakarma juga ikangasubhakarma phalaning dadi wwang.
Terjemahan : Di antara semua makhluk hidup, hanya yang dilahirkan menjadi manusia sajalah, yang dapat melaksanakan perbuatan baik ataupun buruk. Leburlah ke dalam perbuatan baik, segala perbuatan yang buruk itu. Demikianlah gunanya (pahalanya) menjadi manusia.
Upabhogaih parityaktam natmanamavasadayet, candalatvepi manusyam sarvvatha tata durlabham.
Matangnyan haywa juga wwang manastapa, an tan paribhawa, si dadi wwang ta pwa kagongakena ri ambek apayapan paramadurlabha iking si janmamanusa ngaranya, yadyapi candalayoni tuwi.
Terjemahan : Oleh karena itu, janganlah sekali-kali bersedih hati, sekalipun hidupmu tidak makmur. Dilahirkan menjadi manusia itu, hendaklah menjadikan kamu berbesar hati, sebab amat sukar untuk dapat dilahirkan menjadi manusia, meskipun kelahiran hina sekalipun.
Iyam hi yonih prathama yonih prapya jagatipate, Atmanam sakyate tratum karmabhih subhalaksanaih. Apan iking dadi wwang, uttama juga ya, nimittaning mangkana, wenang ya tumulung awaknya sangkeng sangsara, makasadhanang subhakarma, hinganing kottamaning dadi wwang ika.
Terjemahan : Menjelma menjadi manusia itu adalah sungguh-sungguh utama. Sebabnya demikian, karena ia dapat menolong dirinya dari keadaan sengsara (lahir dan mati berulang-ulang) dengan jalan berbuat baik. Demikianlah keuntungannya dapat menjelma menjadi manusia.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya