Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sarasamuccaya (12) :  Gunakan Masa Muda dengan Baik

I Komang Gede Doktrinaya • Selasa, 18 Mei 2021 | 18:52 WIB
Sarasamuccaya (12) :  Gunakan Masa Muda dengan Baik
Sarasamuccaya (12) :  Gunakan Masa Muda dengan Baik

DENPASAR, BALI EXPRESS-Kitab Sarasamuccaya yang membahas perihal kehidupan dan moral umat, melaui Catur Warga atau Catur Purusaartha (Artha, Kama, Dharma, dan Moksa, salah satu kitab penting bagi umat Hindu.


Buku Sarasamuccaya yang diterjemahkan oleh I Nyoman Kajeng Dkk ini, diserikan untuk menambah wawasan umat tentang agama Hindu.


Arjjayenanamarthamsca vidvanamaravat sthitah, kesesviva grhitah san mrtyuna dharmmamacaret.bMatangnyan deyanika sang menget, apageh kadi tan keneng pati, iwiraniran pangarjana jnana, artha, kunang yang pangarjana dharma, kadi katona rumanggut mastakanira, ta pwa ikang mrtyu denira, ahisana palaywana juga sira.


Terjemahan : Oleh karena itu caranya orang yang sadar, tenang tidak akan tertimpa bahaya maut, misalnya pada waktu ia berusaha menuntut ilmu pengetahuan dan mencari harta benda. Akan tetapi pada waktu ia mengejar dharma, tampak seakan-akan maut itu merenggut kepalanya. Karenanya, meski dengan terengah-engah dikejarnya saja cita-cita itu.


Matakasthayinam mrtyum yadi pasyedayam janah, Aharopi na rucyeta kimutakrtyakkarita.Yan wruha ktikang wwang an nirantaranginte manunggang ri mastakanya ikang mrtyu, yaya tan hyunanya mangana tuwi, nguninguni magawayaning adharma.


Terjemahan : Jika orang telah mengetahui, bahwa sang maut senantiasa mengintai dan menunggangi kepalanya, tentunya orang tidak akan rakus pada makanan, apalagi untuk melakukan perbuatan yang menyalahi adharma.


Yuvaiva dharmmamanvicched yuva vittam yuva srutam, tiryyagbhavati vai dharbha utpatan na ca viddyati. Matangnyan deyaning wwang, pengonganikang kayowanan, panedeng neng awak, sadhanakena ri karjananing dharma, artha, jnana, kunang apan tan pada kasaktining atuha lawan rare, drstanta nahan yangalalang athua, telas rumepa, marin alandep ika.


Terjemahan : Karenanya perilaku seseorang, hendaklah digunakan sebaik-baiknya masa muda, selagi badan sedang kuatnya, hendaklah dipergunakan untuk usaha menuntut dharma, artha, dan ilmu pengetahuan, sebab tidak sama kekuatan orang tua dengan kekuatan anak muda. Contohnya seperti ilalang yang telah tua itu menjadi rebah, dan ujungnya itu tak tajam lagi.


Purvve vayasi yah santah sa santa iti me matih, dhatusu ksiyamanesu samah kasya na vidyate. Lawan ta waneh, ikang upasaman, rare ktikang sinanggah upasama, apa jating upasama, yan katekan tuha, riksayaning dhatu ngke ring sarira, nang wata, pitta, slesma.


Terjemahan : Dan lagi, akan upacama itu, maka masa muda sesungguhnya disebut upaca, karena menurut kodratnya, jika upacama (masa remaja) itu kedatangan masa tua, ditandai dengan berkurangnya zat-zat di dalam tubuh, yaitu mengendornya urat-urat pernapasan (hawa atau angin), empedu, dan lendir. 


Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#bali #balinese #hindu #tradisi