DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum dalam Aji Kreket.
Aji Kreket diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).
Pangleyakan yaitu sihir berupa leyak sakti, bertujuan untuk mengalahkan Leyak yang ingin melakukan bencana dengan sarana maswi dan mantra.
Panudan desti, pengertian yang paling cocok ialah anti desti, yaitu sihir yang dibantu oleh benda-benda khusus sebagai sarana imajinasi.
Panudan berarti alat yang paling cocok untuk memusnahkan sesuatu. Sebagai contoh batang kelor (Moinga lelfera jurs L. Moingaceae) dan buluh (Parinarium corymbosum Miq) untuk membunuh seekor ular.
Panudan desti ini bernama Sang Hyang Siwamurti dengan sarana menurut keinginan (Bali : sakawenang, wenang berarti boleh atau dapat) dengan mantra bertujuan untuk menolak bencana sihir.
Pasinglar bertujuan agar perbuatan jahat menjadi ragu-ragu salah tujuan dengan sarana menurut keinginan dan diikuti dengan mantra. Singlar berarti salah lihat dan salah tujuan.
Pangembat bayu, berarti melapangkan tenaga biar menjadi lebih sehat dengan sarana asep (asap), yaitu asep dari serbuk wangi-wangian seraya merafal mentranya.
Pangraksa jiwa berarti menjaga dan memelihara roh semangat dengan sarana menurut keinginan dan mantra.
Pangidep lara ring waduk, artinya daya pikiran untuk melenyapkan penyakit di dalam perut dengan merafal mantra sebanyak tujuh kali.
Kawisesan berarti mantra sakti untuk membinasakan kekuatan sakti yang membencanai manusia antara lain musuh-musuh. Durga yang menciptakan penyakit, wabah, bisa, racun, dan roh jahat dengan sarana menurut sekehendak hati dan merafal mantranya.
Pangesengan papa klesanta berarti pembasmi/melebur dengan sarana api batin, penyakit dan kepapaan yang ada pada diri dengan sarana salasih yeh (Ocimum basilicum L. Labiaceae) dan merafal mantra.
Demikianlah banyaknya isi dari Lontar Aji Kreket. Untuk mengetahui sekadar mantranya, kami kutip lembar 1a : di bawah ini Panangkeb Manusia, dengan sarana air suci pembasuh muka, dengan mantra : OM AM sujud kepada semiliun surya, (bayangkan bahwa keluar dari mata kanan). OM AM sujud kepada semilium bulan (bayangkan bahwa keluar dari mata kiri). OM AM dari Brahma asalmu, pandanglah kakiku, hati sebanyaknya manusia bersembah sujud, setelah melihat diriku, menjadi rep, 3 (rep mengandung makna diam, takut mengkeret, diucapkan sebanyak tiga kali.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya