DENPASAR, BALI EXPRESS-Beragam masalah kesehatan, mulai dari gejala, efek, cara mengobati, dan sarana untuk mengatasi sakit dirangkum dalam Aji Kreket.
Aji Kreket diserikan (dirilis bersambung) diambil dari Buku 'Berbagai Cara Pengobatan Menurut Lontar Usada, Pengobatan Tradisional Bali' yang ditulis oleh I Ketut Suwidja (1991).
Keputusan Sang Hyang Wisnu. Japa metra, dianugerahkan dan sangat berhasil kepada Sang Hyang Mancongol, pengobatan terhadap malapetaka yang menimpa bumi yang diakibatkan oleh Bhagawan Mretyukunda.
Atas perkenan dari Bhatara Siwayogi ditunjukkan para Bhagawan untuk menertibkan, mengamankan dan menyelamatkan dunia dari kesengsaraan. Diantaranya Bhagawan Wreshaspati, Bhagawan Mretyukunda, Bhagawan Kasyapa untuk mengajarkan ilmu sastra dan aksara, beserta Wariga (ilmu tentang kalender dan hari-hari baik).
Kemudian soal Agama (kitab hukum dan perundang-undangan), Usada (ilmu pengobatan) berupa Usada Dharma, Usada dan Kalimosada.
Tiga dewata mulia, yaitu Hyang Iswara, Hyang Brahma, dan Hyang Wisnu mengemban kelanggengan dan keselarasan angin, api, dan air. Sebagai lambang dan perwujudan dari ilmu sastra dan gema suara genta yang nyaring, suci dan gaib, dan mewujudkan diri sebagai dukun utama, yaitu dukun lelaki, perempuan dan banci, yang memegang intisari dari semua Usada bernama Usada Sari.
Sebuah ilmu yang berasal dari Nusa (Pulau Nusa Penida) kepunyaan Dalem Kilap bertujuan agar jangan khawatir kalau berada di lingkungan (Bali : Banjaran) para Leyak. Bertujuan untuk menjaga pekarangan rumah, dengan sarana atau alat menurut keinginan kita, ditaruh di atas pintu dengan mantra dan diisi gambar rajah.
Pengejukan desti muwang bebahi. Menangkap atau meringkus desti dan bebahi, yaitu sihir untuk membikin sengsara. Berasal dari kata Bali, juk berarti tangkap dan prefix pa berarti alat. Dengan cara menuding dengan telunjuk kiri beserta mantra.
Pangijeng Rare, artinya sarana penjaga anak-anak kecil atau bayi. Dengan alat daun rontal ditulis mantra ditaruh di kotak penjaga dan ditempat sajen atau kumara. Karena dianggap dijaga oleh Sang Hyang Kumara.
Dewa penjaga bayi-bayi putra Bhatara Siwa. Mantra : OM Sang Hyang Idep (Idep : pikiran), penyebab timbulnya perkataan, menjadikan badan tertidur, terang, 3, bertuang mentraku, semoga, 3, OM Gyam Gyam Gyam, Nyam Nyam Nyam, Syam, Syam, terang galang, 3. (habis).
Editor : I Komang Gede Doktrinaya