DENPASAR, BALI EXPRESS-Penyembuhan depresi melalui metode Teohipnoterapi di Brahma Kunta Center, Denpasar dilakukan dengan beberapa proses.
Menurut Ketut Gede Suatmayasa alias Guru Mangku Hipno, Teohipnoterapi adalah suatu bentuk cara penyembuhan atau terapi kesehatan melalui pikiran. Seperti apa tahapannya?
Pertama, diagnosa healing. Tahap awal dilakukan dengan menganalisis kondisi dan penyebab depresi pasien. “Pasien depresi yang melakukan penyembuhan ke Brahma Kunta Center memiliki kondisi yang berbeda, sehingga menuntut para terapis untuk mengetahui kondisi masing-masing pasien agar dapat memudahkan tahap berikutnya,” ujar Guru Mangku Hipno, kemarin.
Kedua, penyamaan persepsi. Tahap pertama dalam penyamaan persepsi dilakukan dengan penyelarasan pandangan antara terapis dan pasien depresi. Tahap selanjutnya adalah membuka kesadaran dan pemahaman pasien depresi. Kemudian memberikan pemahaman tentang sosok terapis dan metoda penyembuhan yang akan di ikuti oleh pasien.
Ketiga, doa mantram. Doa mantram adalah aspek inti dari teohipnoterapi. Doa diperuntukan bagi pasien yang beragama non Hindu. Sedangkan mantram, diperuntukan bagi pasien beragama Hindu.
Namun, pelaksanaan keduanya dilakukan secara bersamaan. “Doa dilakukan dengan melaksanakan praktik sembahyang sesuai dengan keyakinan pasien non Hindu. Sementara itu, mantram dilakukan dengan mengucapkan mantram Brahma Puja, Om Brahma Ya Namah oleh pasien Hindu,” ujar pakar hipnotis tersebut.
Doa dan mantram diucapkan dalam hati. Doa mantram dilakukan untuk meningkatkan sisi teologis pasien. Sisi teologis pasien penting ditingkatkan agar mudah mengikuti penyembuhan depresi melalui metoda teohipnoterapi.
“Setelah sisi teologis pasien meningkat, maka pasien diarahkan untuk memohon kesembuhan diri dari depresi secara tulus kepada sisi Tuhan yang diyakininya,” paparnya.
Keempat, barulah menginjak ke hipnoterapi. Tahap pertama, hipnoterapi dilakukan Pre-Induction, yaitu proses untuk mempersiapkan suatu situasi & kondisi yang bersifat kondusif antara seorang hypnosis dan pasien.
Kemudian berlanjut menuju Induction, yakni tahapan untuk membawa seorang untuk berpindah dari Conscious Mind ke Sub Conscious Mind. Selanjutnya dilaksanakan sugesti, memengaruhi alam bawah sadar pasien melalui kata-kata.
“Brahma Kunta Center menerapkan sugesti berbasis teohipnoterapi yang mengintegrasikan hipnosis, sihir, dan hipnoterapi. Hal ini merujuk pada Kitab Atharvaveda IV.13.6, IV.13.7, dan IV.13.5,” jelas pria yang hobi olahraga dan touring ini.
Kelima, yakni penyeimbangan energi Prana Sakti. Energi Prana Sakti adalah sebuah kesadaran terhadap energi alam semesta, yang wajib di tumbuhkan secara harmonis pada pasien depresi di Brahma Kunta Center.
Penyeimbangan energi prana sakti dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama, pasien diajak untuk membangkitkan energi Prana Sakti dalam diri, yang dilakukan dengan merasakan energi semesta secara perlahan.
Selanjutnya, pasien diintruksikan untuk menyelaraskan energi Prana Sakti dengan cara meyakini energi tersebut tumbuh dan ada dalam diri.
Kemudian, dilanjutkan dengan aktualisasi energi Prana Sakti yang dilakuan dengan meditasi memungkinkan energi tersebut menyerap dalam diri dan yang mampu digunakan dalam menepis energi negatif penyebab depresi.
“Terakhir, pasien wajib menjaga energi Prana Sakti yang telah tumbuh agar dapat dijadikan media pengendali terhadap potensi depresi dalam diri,” tandas Guru Mangku Hipno.
Pasien depresi yang disembuhkan dengan teohipnoterapi di Brahma Kunta Center, berdampak pada aspek psikomotorik pasien itu sendiri. Aspek motorik yang terganggu akibat depresi, juga secara perlahan mulai normal pasca disembuhkan dengan teohipnoterapi.
Adapun dampak psikomotorik tersebut diantaranya memulihkan kesimbangan tubuh, peningkatan konsentrasi, memiliki kejelasan tindakan, memiliki gairah kerja, dan relaksasi agar lebih sadar dan lebih sabar.
Dijelaskannya, orang yang masih berada dalam kondisi depresi, tidak mampu menyelesaikan masalah dengan tenang, tapi hanya menyelesaikan masalah dengan amarah. Namun, penyembuhan dengan metode teohipnoterapi yang diterapkan oleh terapis di Brahma Kunta Center, secara langsung membangkitkan sisi kesabaran pasien dalam menghadapi masalah. "Rasa sabar muncul setelah terapis menumbuhkan kesadaran pasien tentang esensi masalah hidup pada pasien,” tutupnya.
Dibebernya, penerapan hypnosis, dapat disimak melalui untaian Atharvaveda IV.13.6 yang menyatakan m: Ayam me hasto bhagavan, Ayam me bhagavattarah Ayam me visvabhejaso Ayam savabhimarsanah.
Artinya : Wahai penderita, tanganku yang (kanan) ini menguntungkan dan tanganku yang (kiri) lainnya lebih menguntungkan. Tanganku yang kanan dapat menyembuhkan semua penyakit dan tanganku yang kiri memberikan pengaruh yang menenangkan atau meringankan penderitaan melalui sentuhan.
Kemudian penerapan sihir telah disinggung dalam kitab Atharvaveda IV.13.7 yang menyatakan: Hastabhyam dasasakhabyam Jihva vacah purogavi Anamayitnubhyam hastabhyam Tabhyam tvabhi mrsamasi.
Artinya: Wahai penderita, kami menyentuh tubuhmu dengan semua jari-jari kami dan (membacakan) beberapa mantra. Tangan-tangan kami adalah tangan-tangan yang menyembuhkan.
Sedangkan penerapan hipnoterapi, lanjutnya, mengacu pada ulasan Atharvaveda IV.13.5 yang menyatakan : A tvagamam samtatibhir Atho aristatatibhih Daksam tau gram abharisam Para yaksamam suvami te.
Artinya : Wahai penderita, kami telah datang kepada Anda dengan aktivitas yang bersifat menyembuhkan dan tindakan-tindakan penyelamatan. Kami sedang memberikan motivasi yang kuat kepada Anda dan menyingkirkan penyakit-penyakit Anda.
Pelaksanaan hipnoterapi kemudian ditutup dengan Termination, suatu tahapan untuk mengakhiri proses Hipnosis. “Konsep dasar termination adalah memberikan sugesti atau perintah agar seorang pasien tidak mengalami kejutan psikilogis ketika terbangun dari tidur Hipnosis,” katanya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya