Sadar atau tidak, Sekte Bhairawa memiliki pengaruh yang amat besar dalam kehidupan ritual di Bali. Sekte yang diperkirakan muncul sejak Abad 6 Masehi di Benggala Timur ini memberikan corak dan warna pemujaan bagi Umat Hindu di Bali hingga kini.
Sekte Bhairawa pernah berkembang di Bali, sehingga ajaran-ajaran Bhairawa memperngaruhi tradisi serta aktifitas Agama dan Budaya di Pulau Dewata. Bhairawa adalah sekte rahasia dari sinkretisme antara agama Budha aliran Mahayana dengan agama Hindu aliran Siwa.
Sekte ini berusaha mencapai kebebasan dan pencerahan (moksa) dengan cara yang sesingkat-singkatnya. Ritual mereka bersifat rahasia dan sangat mengerikan, yaitu menjalankan Pancamakarapuja atau malima (lima Ma) dengan sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Ritual Pancamakara ini bersumber dari kitab Kali Mantra dan kitab Mahanirvana Tantra
Lima Ma diantaranya Matsya atau makan ikan sepuas-puasnya, Mamsa atau makan daging sepuas-puasnya, Madya atau minum minuman hingga mabuk, Madra atau tarian hingga mencapai ekstase, dan Maithuna atau upacara seksual.
Kaprodi Teologi Hindu, Jurusan Brahmawidya, STAHN Mpu Kuturan Singaraja, I Wayan Titra Gunawijaya, S.Fil.H, M.Ag mengatakan berdasarkan catatan sejarah, Bhairawa Tantra merupakan bagian dari peradaban Jawa kuno. Banyak raja mengikuti sekte ini karena ritual-ritual dan simbol-simbol magisnya.
Meski pernah berkembang hingga kemudian sekte ini dipersatukan oleh Mpu Kuturan pada waktu pemerintahan Raja Udayana. namun tidak serta merta membuatnya hilang jejak. Bahkan, sering tidak disadari, aktifitas ritual kegamaan Hindu di Bali masih dipengaruhi oleh Sekte Bhairawa.
Pengaruh ini melebur menjadi satu bersama adat dan tradisi masyarakat Bali. Mulai dari kuliner tradisonal, unsur kesenian, sarana ritual hingga pemujaan yang tak luput dari pengaruh Sekte Bhairawa.
Titra merinci, aktifitas paling sederhana yang bisa dilihat adalah makanan Lawar. Hidangan ini tidak pernah luput dalam aktifitas upacara keagamaan di Bali. Lawar yang secara filosofis melambangkan enam rasa atau Sad Rasa yaitu rasa lawana” atau asin, rasa “ketuka” atau pedas, rasa “kesaya” atau sepet, rasa “tikta” atau pahit, rasa “madhura” atau manis,dan rasa “amla” atau masam (asam).
Banyak beranggapan negatif tentang lawar karena menggunakan daging mentah dan darah segar. Namun di daerah lain, ada yang mengolah daging dan darah disiram dengan air hangat terlebih dahulu. Seiring perkembangan jaman, proses pengolahannya juga kian higienis dengan pertimbangan kesehatan.
“Tetapi, tak bisa dipungkiri jika lawar adalah makanan favorit yang dipengaruhi oleh Sekte Bhairawa,” jelasnya.
Pengaruh Sekte Bhairawa juga terlihat pada pemujaan terhadap Sakti Siwa, yaitu Dewi Durga sebagai Dewi tertinggi yang merupakan bagian dari Kahyangan Tiga. Titra mengatakan tidak ada hari khusus untuk memuja Dewi Durga.
Sebab, di Bali pada umumnya pujawali di setiap pura dalem desa adat berbeda-beda. Namun setiap daerah di Bali memiliki pura dalem dan ada pemujaan Durga disana. Begitu pula pemujaan terhadap Ratu Ayu (Rangda) juga merupakan pengaruh sekte ini.
Selain pemujaan terhadap Dewi Durga, pementasan kesenian Calon Arang yang masih sering dipentaskan pada saat odalan di Pura Dalem. Bahkan, di Pura Kebo Edan sendiri pementasan Calon Arang masih dilakukan
Pelaksanaan ritual di Bali juga tidak lepas dari sarana arak dan berem sampai saat ini. Dalam menghaturkan segehan, caru atau mesaagan, arak, berem, tuak dan air memiliki peranan penting. Minuman keras itu biasanya dituang terakhir.
“Sampai saat ini aktifitas religius masyarakat Bali selalu menggunakan minuman keras sebagai sarana persembahan. Seperti arak, berem dan tuak digunakan sebagai persembahan kepada para Bhuta kala,” paparnya.
Mecaru dikatakan sebagai salah satu jejak sekte Bhairawa karena di dalam caru menggunakan kurban berupa binatang atau ada menggunakan daging mentah dan darah. Mecaru atau bhuta yadnya adalah korban suci yang ditujukan kepada para bhuta kala dan sarwa prani, dimana dijelaskan pula bahwa bhuta kala tersebut adalah ciptaan dewi durga. (bersambung)
Editor : Nyoman Suarna