Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penari Lalui Ritual Khusus, Ditarikan Para Daa

Nyoman Suarna • Sabtu, 11 September 2021 | 17:27 WIB
Penari Lalui Ritual Khusus, Ditarikan Para Daa
Penari Lalui Ritual Khusus, Ditarikan Para Daa

Tari Rejang Pedawa merupakan salah satu tarian sakral yang hanya terdapat di desa Pedawa. Tarian ini ditarikan oleh Daa atau anak gadis yang belum menikah dan hanya ditarikan pada saat upacara Ngusaba Desa Pedawa. Tari rejang pedawa juga memiliki keunikan apabila dilihat dari segi tata busananya.



Tokoh Adat Desa Pedawa, Ketut Sukrata, 65 mengatakan Tarian Rejang Pedawa menjadi salah satu tarian sakral yang kerap ditampilkan pada ritual ngusabha di Pedawa. Seperti Ngusabha Malunin yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali.



Dikatakan Sukrata,  seperti tarian rejang yang lain yang umumnya mengenakan busana yang terdiri dari kain berwarna putih dan kuning serta gelung, pada tari Rejang Pedawa ini penari menggunakan kain khas Desa Pedawa yang disebut kain Rembang.



“Kain Rembang ini menjadi salah satu kain tradisi yang wajib digunakan oleh penari Rejang Pedawa,” jelasnya.



Apabila dilihat dari segi tata busananya tari rejang Pedawa ini memiliki keunikan dan perbedaan yang khas dibandingkan tari Rejang pada umumnya. Jika Tari Rejang umummnya Rejang Dewa menggunakan busana yang terdiri dari kain putih dan kuning, selendang warna kuning, hiasan kepala berupa mahkota yang terbuat dari daun kelapa (busung) dengan ornamen bunga-bunga.



Berbeda halnya dengan busana Tari Rejang Pedawa. Secara turun temurun tata busana tari Rejang Pedawa terdiri dari plendo atau hiasan kepala sebagai mahkota, kain rembang, selendang, senteng dan kain/kamen.



“Busana ini yang menjadi ciri khas penari Rejang Pedawa. Meskipun sudah mengalami perkembangan jaman, tetapi kami masih melestarikan tata busananya,” imbuhnya.



Tari Rejang Pedawa sebut pensiunan Guru Agama Hindu ini hanya boleh ditarikan oleh gadis yang masih daa atau belum menikah. Sebab, ada sejumlah ritual khusus yang menjadi ciri khas dari penari rejang ini.



Dimana, penarinya tidak dapat asal pilih siapa yang akan ditunjuk sebagai penari. Namun harus dipilih sendiri oleh ketua daa pada saat upacara tersebut. “Disinilah keunikannya sehingga tidak boleh sembarangan dalam memilih penari,” paparnya.



Rejang Pedawa diakui Sukrata mengambil bentuk yang indah karena memang fungsi dari tari Rejang Pedawa ini untuk menghibur Bhatara Bhatari yang dituntun untuk turun ke Bumi saat upacara Pujawali Saba Desa Pedawa.(bersambung)

Editor : Nyoman Suarna
#bali #buleleng