Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gada Simbol Menetralisir Bhuta Kala

I Dewa Gede Rastana • Rabu, 17 November 2021 | 13:59 WIB
Gada Simbol Menetralisir Bhuta Kala
Gada Simbol Menetralisir Bhuta Kala

Kober Gaṇapati dalam upacara Nangluk Mrana memiliki seni penggambaran wujud Gaṇapati dengan model wayang Bali. Gaṇapati digambarkan dengan wujud manusia berkepala gajah, perut buncit, berdiri di atas bunga teratai, dengan atribut tangan kanan membawa senjata Cakra, dan tangan kiri membawa senjata Gada yang ditancapkan pada sanggar surya di sebelah kanan.


Dikatakan Titra Gunawijaya, atribut Ganapati memang memiliki sejumlah makna filosofis. Gaṇapati berkepala gajah dimaknai bahwa Gaṇapati memiliki makna sebagai kecerdasan dan penguasa segala pengetahuan.


Sedangkan daun telinga yang lebar, Gaṇapati memiliki sifat yang peka dalam membedakan hal yang baik dan buruk, cepat mengambil tindakan dalam mengatasinya.


Bila dikaitkan dengan upacara nangluk mrana, makna Gaṇapati adalah sebagai Dewa yang menyelesaikan semua rintangan dengan pengetahuan dan kecerdasan serta dengan pendengaran yang peka.


“Secara teologi Hindu, beliau mampu mendengar penderitaan dari alam semesta, sehingga Gaṇapati dengan cepat hadir untuk melenyapkan penderitaan umat manusia dari penyakit dan hama,” katanya.


Sedangkan, makna dari senjata Gada sebagai Daṇda yaitu tongkat penghukum bagi siapa pun yang melakukan kesalahan. Gada disebut sebagai Kaumodaki yaitu kekuatan yang menakjubkan dan mempesona yang dapat memancar serta mempengaruhi pikirian.


Titra menambahkan, Gada diidentikan dengan kekuatan dari Dewi Kali, yaitu kekuatan dari waktu, ia yang menghancurkan siapa saja yang menentangnya. Gada oleh Dewi Kali dijadikan sebagai senjata untuk menghalau rintangan yang dapat mempengarui alam semesta.


Lanjutnya, jika dikaitkan upacara Nangluk Mrana maka Gada adalah sebagai senjata untuk menghukum dan memerangi para Bhuta yang berprilaku tidak benar. Serta senjata ini sebagai alat untuk merabas segala rintangan yang terdapat pada saat rangkaian upacara berlangsung.


Dalam Kober Ganapati juga digambarkan dengan menggunakan senjata Cakra. Dimana, Cakra merupakan senjata dari Dewa Vīsṇu yaitu senjata yang hanya dapat melukai yang berbuat kesalahan. Berdasarkan konsep Dewata nawa sangga, senjata Cakra beristana di arah Utara.


Cakra merupakan Senjata yang dilambangkan sebagai pikiran yang universal, tenaga yang tiada batasnya yang mengembangkan dan mereduksi seluruh alam semesta secara berulang-ulang.


Simbol senjata Cakra pada upacara Nangluk Mrana sebagai, senjata cakra sebagai pembersih dan penyelamat semua mahkluk hidup dari segala bencana, penyakit dan hama di alam semesta ini yang muncul pada saat sasih ke-enam.


Begitu juga dengan pengambaran Gaṇapati berdiri di atas bunga teratai. Bunga teratai bermakna sebagai beristananya manifestasi dari Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu Gaṇapati yang merupakan kekuatan dari kebenaran, bunga teratai bermakna sebagai kekuatan tiga alam.


“Hal ini sangat sesuai dengan makna Gaṇapati yang diberi tugas sebagai penguasa tiga alam. Serta bunga teratai sebagai kekuatan sattvika dikarenakan, bunga teratai meski pun hidup pada tiga tempat ia tidak pernah ternodai,” pungkasnya.(habis) 

Editor : I Dewa Gede Rastana