Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Sejarah Pura Taman Ganter; Didirikan Raja Mengwi

I Putu Suyatra • Minggu, 26 Desember 2021 | 17:11 WIB
SEMBAHYANG: Suasana persembahyangan di Pura Taman Ganter, Mengwi.
SEMBAHYANG: Suasana persembahyangan di Pura Taman Ganter, Mengwi.
MANGUPURA, BALI EXPRESS - Pura Taman Ganter merupakan salah satu Pura yang ada di Desa Abiantuwung, Kediri Tabanan. Namun untuk adatnya berada di wewidangan Desa Adat Mengwi. Pura ini adalah salah satu Pura yang masih terjaga keasliannya dan belum dipugar sejak pertama berdiri.

Berdasarkan buku Dewa Greha Taman Ganter diceritakan Pura tersebut dibangun oleh Raja yang bernama I Gusti Agung Putu. Pembangunan Pura tersebut dilakukan setelah kemenangannya melawan I Gusti Ngurah Batutumpeng. Namun secara rinci tidak tertuliskan kapan pertama kalinya Pura Taman Ganter dibangun.

Bendesa Adat Mengwi Anak Agung Gelgel mengatakan, keberadaan Pura Taman Ganter erat kaitannya dengan Kerajaan Mengwi. Dulunya Raja Mengwi yaitu Cokorda Putu Agung membangun Pura tersebut sebelum pembangunan Pura Taman Ayun.

“Awalnya Cokorda Putu Agung disandera oleh Ngurah Kekeran di Tabanan. Lama kelamaan ada yang disebut dengan carang kerajaan di Marga, rencananya Marga ini akan diserang oleh pasukan dari buleleng yakni Panji Sakti,” ujar Gelgel saat ditemui Minggu (26/12).

Sampai di Marga, Gelgel menjelaskan, Cokorda Putu Agung belajar untuk menyatukan pikiran dan bersemedi. Setelah bersemedi beliau melihat sinar suci di arah timur laut. “Beliau mencari sinar suci tersebut ke Puncak Pengelengan atau yang sekarang dikenal Puncak Mangu. Kemudian disana juga bersemedi setelah itu mendapat sabda atau kawisesan yang berisikan harus ajeg mendirikan kerajaan,” jelasnya.

Gelgel mengungkapkan, dengan mendapatkan kawisesan, Raja Mengwi pun kembali ke Marga dan setelah itu menuju ke selatan. Didirikan lah istana di Bekak, yang saat ini menjadi Pura Dalem Bekak.  “Karena memiliki istana akan memerlukan sebuah pesiraman yang kemudian dibangun Pesiraman Garuda di Taman Ganter,” ungkapnya.

Menurutnya, Pura Taman Ganter dulunya adalah taman atau tempat pesiraman yang digunakan oleh para istrinya. “Dulunya bernama Taman Graha yang didirikan oleh Cokorda Putu Agung. Di sana didirikan juga sebuah pelinggih dan karena milik raja dibentuklah penyungsung Pura,” terangnya.

Lebih lanjut Gelgel menambahkan, setelah sekian lama tinggal di Bekak, barulah sang raja berpindah ke Mengwi. Hingga akhirnya berdirilah Puri Mengwi. Editor : I Putu Suyatra
#balinese #pura