Selain itu, bade tempat layon Ida Cokorda Pemecutan XI nantinya bertinggi 18 meter bertumpang 11. Hal ini dijelaskan Ketua Umum Warga Ageng Pemecutan, AA Ngurah Rai Sudarma di Puri Pemecutan, Senin (27/12).
"Terkait dengan pelaksanaan palebon ini merupakan petunjuk dari tujuh sulinggih saat paruman dengan pihak keluarga besar Puri Pemecutan," ujar AA Rai Sudarma.
Adapun rangkaian prosesi menjelang pelebon, dipaparkannya rangkaian akan dimulai pada 2 Januari 2022 dengan prosesi ngalelet. Namun sebelum itu, pada 31 Desember 2021 akan digelar matur piuning, nyukat genah dan nanceb pangpang. Dan tanggal 1 Januari 2022 digelar nunas tirta untuk masiram.
Selanjutnya pada 17 Januari digelar ngardi toya siram melaspas eteh-eteh pasucian, panca datu, patrang serta bendusa kembul. Sehari setelahnya dilaksanakan ngreresik, ngentos lilit, munggah patrang dan panca datu.Juga digelar manah toya ning, ngajum, yang kemudian dilanjutkan masuci ke Pura Tambang Badung.
Selanjutnya dilanjutkan dengan mapeed ogoh-ogoh dan pamuspaan, munggah bea, tarpana agung, pamuspan, dan penebus-nebusan. "Menggunakan ogoh-ogoh yang identik dengan kirab sebagai simbol Bhuta Kala," ujarnya.
Dan pada 21 Januari yang merupakan puncak palebon rangkaiaknya yakni ngenjing, ngutang pering, baleman, teteh tabuh. Dilanjutkan dengan mabumi sudha, melaspas pamereman, lembu, dan panca rengga. Setelah itu, barulah tedun layon dan berangkat menuju Setra Badung.
Ida Cokorda Pemecutan XI sendiri abiseka sebagai Raja Pemecutan pada tahun 1989 menggantikan ayahnya Ida Cokorda Pemecutan X yang lebar tahun 1986.
Untuk prokes pada saat pelebon nanti, AA Rai Sudarma mengatakan pihaknya melibatkan peserta yang terbatas yakni hanya tiga banjar di wawidangan Desa Adat Denpasar. Dengan peserta dari masing-masing banjar sebanyak 60 orang.
"Termasuk koordinasi dengan pihak Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," tandasnya. Editor : Nyoman Suarna