Selain memiliki fungsi yang sakral, Dawang-dawang juga sebagai media hiburan saat prosesi medeeng. Jika acara medeeng tersebut berlangsung, masyarakat sekitar berbondong-bondong menyaksikan Dawang-dawang tersebut.
Bahkan, Dawang-dawang kerap menggoda masyarakat yang sedang menonton pedeengan. Tidak jarang juga, Dawang-dawang kejar-kejaran di jalan dengan anak-anak yang suka usil mengganggunya. Hal ini pun kerap menimbulkan gelak tawa penontonnya.
Di sisi lain, Dawang-dawang juga memiliki makna sosial. “Ketika selesai digunakan dan akan dibakar di akhir proses ngaben, kamen yang dipakai pada Dawang-dawang tersebut dilepas dan diberikan kepada orang yang mengusungnya,” imbuhnya. Editor : I Putu Suyatra