Harus pintar pintar mengelola, termasuk stres guna mengantisipasi dampak yang lebih buruk. Salah satunya melalui aktivitas senam yoga.
Yoga diyakini mampu meminimalkan dampak stres, termasuk menekan rasa khawatir berlebihan dan mengobati berbagai penyakit.
Instruktur Yoga dari Studio Prana Devi, Singaraja Ni Made Ariyani mengatakan, yoga menjadi salah satu senam yang saban hari semakin banyak melaksanakannya. Yoga menurutnya bukanlah sebatas olah gerak tubuh semata, tetapi yoga juga merupakan suatu mekanisme penyatuan dari tubuh, pikiran dan jiwa.
Dikatakan Ariyani, senam yoga tak bisa dipungkiri bisa mendatangkan banyak manfaat untuk tubuh secara fisik dan mental atau psikis. Terlebih, saat ini masyarakat hidup di era materi yang menuntut untuk bekerja lebih keras, sehingga mudah stres maupun depresi.
Wanita berusia 38 itu sudah mendalami yoga sejak tahun 2015. Sebelum menjadi instruktur, Ariyani mengaku memang tertarik mendalami yoga. Ia pun langsung ikut pelatihan tentang yoga secara teratur, hingga menjadi instruktur.
Menurutnya, ibu rumah tangga umumnya kerap mempunyai rasa cemas atau khawatir berlebihan. “Itu dominan. Mungkin karena habis melahirkan, pengaruh hormonal. Dan saya mengalaminya. Nah setelah di umur 38 mulai cooling down. Ingin olahraga yang lebih soft, masuk ke dalam dan menyentuh jiwa,” paparnya, Minggu (24/4) lalu.
Bahkan, ia tak memungkiri dahulu sering merasa cemas, takut, suka marah. Namun, sekarang setelah rutin melakukan senam yoga, hal-hal seperti itu perlahan bisa diminimalkan. “Bukannya hilang, tetapi jauh berkurang. Lebih tenang, lebih melihat dengan ikhlas dan pikiran senantiasa melihat ke hal yang luas. Tidak sempit,” imbuhnya.
Bukan tanpa alasan, mengapa rasa stres dan depresi bisa diminimalkan. Hal itu bukanlah tahayul. Namun bisa dijelaskan secara ilmiah. Dari pengalamannya, saat senam yoga dilakukan, seluruh jaringan tubuh diregangkan.
Secara perlahan, jaringan dalam tubuh terbuka. Dampaknya jalur energi, darah, sari-sari makanan, vitamin, air, berjalan dengan lancar. “Pada saat itu, tubuh menjadi fit, dengan kondisi fit maka pikiran bisa berpikir menjadi jernih. Kalau tubuh sakit, maka tidak bisa berpikir jernih,” sebutnya.
Dari pengalamannya, ia merasa menjadi lebih nyaman dan rileks, karena tubuh sudah sehat. Latihan pranayama atau pengambilan napas secara teratur saat senam yoga diakui menciptakan perasaan tenang dan rileks.
“Awalnya saya pernah merasakan sakit di bagian dada. Nah setelah rutin senam yoga, tanpa disadari rasa sakit itu akhirnya hilang. Tidur nyaman, menghadapi anak-anak menjadi lebih tenang. Memaklumi apapun yang anak-anak selama tidak berbahaya membuat kita menerima tanpa harus marah-marah,” paparnya.
Dikatakannya, setiap gerakan yoga mengajarkan sikap untuk ikhlas menerima. "Bahkan apapun reaksi tubuh saat senam yoga untuk tidak memberikan emosi atau respon yang berlebihan. Sehingga sikap ikhlas sudah mulai ditanamkan, maka bisa mengimplementasikan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Senam yoga membutuhkan ketekunan agar menjadi kebiasaan. Tidak jarang orang mempelajari senam yoga secara mandiri melalui media seperti Youtube maupun video tutorial lainnya.
Ariyani menyarankan untuk memulai yoga datang ke guru yang berpengalaman. Baik studio yoga, maupun ke tempat komunitas yoga. “Kalau belajar di Youtube kita tidak tahu, apakah gerakan senam yoga itu sudah benar atau tidak. Karena jika ada kesalahan sedikit saja pada kedudukan tubuh bisa akan membuat tubuh menjadi cedera,” jelasnya.
Jika sudah paham tentang gerakan dasar yang diperoleh melalui guru yoga, maka barulah bisa belajar secara mandiri dengan menggunakan media youtube maupun video lainnya secara konsisten.
Ia menyarankan, untuk menjadikan senam yoga sebagai kebiasaan agar berusaha menikmati saja dulu setiap gerakannya. Termasuk melakukan semampunya. Belajar senam yoga memang kelihatannya saja gampang, tetapi sulit dilakukan.
“Jangan memiliki target. Misalnya saya ingin kurus, ingin ini ingin itu. Kalau tidak tercapai bisa putus asa, bisa kecewa, akhirnya malah berhenti senam yoga. Untuk itulah nikmati setiap proses. Selama menikmati proses, maka setiap hari akan ada hal-hal baru,” ungkapnya.
Lanjut dia, senam yoga tidak memandang usia. Bisa dilakukan anak-anak, dewasa dan lanjut usia (lansia) selama dilaksanakan secara rutin, teratur dan benar. Bahkan, untuk anak-anak diyakini dapat mengontrol emosi agar anak tetap fokus saat belajar di sekolah, sehingga akademiknya bagus.
Menurutnya, manfaat yoga untuk anak-anak sudah dirasakan manfaatnya. Selama mengajari anak senam yoga, sudah ada sejumlah testimoni yang datang dari siswa itu sendiri. Semisal, emosi anak yang belajar yoga semakin terkontrol dan memiliki karakter yang lebih sopan dan ramah.
“Kadang emosi anak-anak itu susah dikendalikan. Sering meletup-letup, karena mereka tidak bisa mengelola emosi. Nah di yoga memang diajarkan tips dalam mengontrol emosi, menjaga konsentrasi,” paparnya.
Ia menyarankan senam yoga paling tepat dilaksanakan saat pagi hari, ketika matahari belum terbit. Momen itu diyakini memberikan energi yang sangat bagus untuk tubuh melakukan senam yoga. Selain itu, bisa juga dilakukan saat sore hari menjelang malam.
“Lakukan saja dulu, jangan terpaku hasilnya. Dan yoga ini sangat universal. Tidak memandang apapun agamanya. Tetap ada doa sebelum dan sesudah senam yoga. Tetapi doa itu menurut keyakinan masing-masing. Tidak ada mantram khusus,” pungkasnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya