Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Palinggih Menjangan Seluang; Pertalian Tanah Bali dengan Tanah Jawa

I Putu Suyatra • Minggu, 1 Mei 2022 | 00:52 WIB
KEPALA MENJANGAN: Palinggih Menjangan Saluang di merajan/sanggah yang berisi patung kepala menjangan. (I Putu Mardika/Bali Express)
KEPALA MENJANGAN: Palinggih Menjangan Saluang di merajan/sanggah yang berisi patung kepala menjangan. (I Putu Mardika/Bali Express)

MENJANGAN Seluang pada palinggih Menjangan Seluang juga merupakan simbol penghayatan kehadapan betara-betari, dewa-dewi, dan para mpu, pandita serta leluhur yang berasal dari tanah Jawa. Jadi, Menjangan Seluang adalah simbol keterikatan rohani antara tanah Bali dengan tanah Jawa (Majapahit).


“Selain karena kedatangan beliau ke Bali menunggangi hewan menjangan, rusa atau menjangan merupakan hewan kesayangan dan dimuliakan oleh Mpu Kuturan,” sebut Ketua PHDI Kecamatan Buleleng Nyoman Suardika.


Simbol menjangan Saluang biasanya diletakkan di Merajan Gede atau Sanggah Gede. Sedangkan merajan yang tingkatannya Kemulan Taksu tak dilengkapi Menjangan Saluang. Kepala menjangan tersebut diletakkan pada pelinggih yang disebut Saren Gede atau Saren Kaja.


Saren Gede ini berfungsi sebagai tempat menstanakan dan memuja para dewa-dewi.


Saren Gede diibaratkan sebagai wisma besar yang diperuntukkan bagi semua hadirin atau para tamu terhormat atau yang mulia dari mana saja. Ada juga yang menempatkan Menjangan Saluang di Tajuk Pepelik. Dimana tajuk adalah sebagai sebuah wisma tempat menstanakan serta memuja para dewa pada saat odalan. Kalau di beberapa daerah di Bali, tajuk juga disebut dengan Bale Pengaruman.


Bale Pengaruman dianalogikan sebagai ruangan tamu atau pendopo untuk menerima dan menghormati serta untuk jamuan para hadirin serta yang mulia. Tajuk di sanggah juga untuk memuliakan dewa-dewa dan leluhur.


Dalam kaitannya dengan penempatan Menjangan Saluang, berarti tajuk tersebut juga difungsikan sebagai pengayatan kepada para leluhur di tanah Jawa. “Ada juga yang secara khusus membuat pelinggih Menjangan Saluang berupa gedong yang dilengkapi dengan kepala menjangan sebagai pengayatan khusus kepada dewa-dewa, kepada Sang Panca Pandita, dan para leluhur di tanah Jawa,” pungkasnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Palinggih Menjangan Saluang #hindu