Jero Dasaran Alit dalam kanal Youtube Majesty Production mengungkapkan, orang yang mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri baik itu gantung diri, meminum racun, melompat dari gedung tinggi, rohnya tidak akan diterima dimanapun. Roh orang yang mati dengan bunuh diri akan menempati rumah-rumah kosong, pohon besar dan akan menjadi arwah gentayangan. Roh gentayangan dari orang bunuh diri, kata Jero Dasaran Alit, akan berubah menjadi samar. Ia akan diterima jika sudah selesai menjalani karma dan hukumannya.
“Misalnya, karena dia ditakdirkan hidup seratus tahun, tetapi mati bunuh diri pada usia 50 tahun, maka selama 50 tahun ia akan menjadi roh gentayangan,” ungkapnya.
Orang yang mati bunuh diri dipercaya membawa vibrasi negatif bagi keluarga, lingkungan rumah dan desa tempat tinggalnya. Hal inilah yang menjadi sebab, bahwa pada zaman dahulu jenazah orang yang bunuh diri tidak disemayakan di rumah melainkan di luar rumah. “Jazad orang yang bunuh diri tidak boleh dibawa ke Bale Suka Duka dalam rumah karena membawa leteh,” paparnya.
Selain membawa leteh bagi keluarganya, orang yang bunuh diri juga akan membawa leteh bagi pemangku yang muput acara penguburannya. “Orang yang bunuh diri tidak boleh langsung ngaben, melainkan makinsan di geni. Biasanya akan sulit mencari pemangku untuk muput karena membawa keletehan untuk yang muput,” imbuhnya.
Lebih lanjut Jero Dasaran Alit mengatakan, saat roh orang yang bunuh diri berubah menjadi samar, ia dapat berwujud wanita cantik atau pria tampan. Dunia gaib yang paling dekat dengan manusa adalah samar. Banyak fenomena yang terjadi manusia menikahi samar sehingga di dunia nyata orang tersebut hilang dan tidak ditemukan. “Jika ada samar berhubungan dengan manusia, ia akan dibawa ke dunia samar lalu seketika akan menghilang dan mati. Jazadnya bisa ditemukan atau tidak sama sekali,” pungkasnya. Editor : Nyoman Suarna