Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

13 Jenis Sate dalam Ritual Hindu Jadi Simbol Pemujaan Dewa-Dewi

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 13 Juni 2022 | 21:20 WIB
PUJA : Sate sebagai simbol atau nyasa dalam memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ist
PUJA : Sate sebagai simbol atau nyasa dalam memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ist
SINGARAJA, BALI EXPRESS -Penggunaan sate dalam ritual Hindu di Bali tidak bisa dilepaskan. Sate sebagai simbol atau nyasa dalam memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa saat pelaksanaan ritual dengan menggunakan berbagai jenis bahan, seperti ayam hingga daging babi.

Serati Banten, Jro Ketut Utara mengatakan, dalam penyelenggaraan upacara ada beberapa upakara yang harus dilengkapi dengan olahan sate. Proses pengolahan makanan yang satvika (bernilai suci) sebagai simbol bhakti pemujaan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi.

Terdapat 13 jenis sate yang digunakan dalam tradisi Hindu di Bali yang sangat berkaitan dengan simbol dan makna dalam konsep senjata para dewata di penjuru alam semesta. Diantaranya sate lembat,  sate asem,  Sate Kuung, Sate Sepit Gunting,  Sate Jepit Babi, Sate Jepit Balung, Sate Serapah, Sate Letlet, Sate Suduk Ro, Sate Empol, Sate Pusut, Sate Kablet, dan Sate Kebek

“Sembilan dari tiga belas bentuk sate disebut sate galungan atau sate panawa sangan. Sate Lembat mempunyai dwi fungsi, yaitu sebagai sate persembahan/yadnya atau saten banten simbol gada atau senjata dari Dewa Brahma,” jelasnya.

Selain itu, juga bisa memiliki fungsi sebagai salah satu sate hidangan kepada roh leluhur dan bagi para tamu. Sate Asem, juga memiliki fungsi yaitu sebagai persembahan/yadnya, simbol senjata bentuk cakra sebagai senjatanya Dewa Wisnu.

Selain itu, juga sebagai sarana kelengkapan hidangan bagi para tamu atau juga roh leluhur. Sedangkan Sate Kuung, sebagai sate yadnya yang menyimbolkan Padma, senjatanya Sang Hyang Siwa.

Sate Sepit Gunting (Gunting-gunting) simbol dari trisula, senjatanya Dewa Sambu. Sate Jepit (Apit) Babi berfungsi sebagai sarana upakara yadnya, yang menyimbolkan bajra, senjata Dewa Iswara.

Sate Jepit Balung atau Jepit Iga (tulang rusuk) melambangkan naga pasa senjata dari Sang Hyang Mahadewa. Sate Serapah, melambangkan dupa (api), senjata dari Sang Hyang Mahesora.  Sate Letlet (lilit) melambangkan moksala, senjata dari Dewa Rudra. Sate Suduk Ro melambangkan angkus, yaitu senjata dari Sang Hyang Sangkara.

Sate Empol merupakan salah satu sate linggih/tegak (jamuan), yang diperuntukkan bagi tamu pejabat yang mempunyai kedudukan penting, baik itu pejabat rendah, menengah maupun pejabat tinggi.

“Sate Pusut berfungsi sebagai sate hidangan untuk para tamu atau juga kepada leluhur. Sate Kablet salah satu sate hidangan yang bahannya dari babi. Sate Kebek fungsinya sama dengan sate kablet,” paparnya.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#ritual #bali #balinese #Dewa-Dewi #hindu #pura #13 Jenis Sate #Simbol Pemujaan