Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Penuhi Kebutuhan Upacara, Desa Adat Mengwitani Bikin Warung Yadnya

I Komang Gede Doktrinaya • Jumat, 24 Juni 2022 | 21:34 WIB
Bendesa Adat Mengwitani Putu Wendra. Ist
Bendesa Adat Mengwitani Putu Wendra. Ist
BADUNG, BALI EXPRESS- Untuk mempermudah upacara keagamaan, Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Badung membangun Warung Yadnya Astagina.

Usaha yang digarap desa adat ini akan menyediakan perlengkapan upacara yadnya. Bendesa Adat Mengwitani Putu Wendra mengatakan, pembangunan warung itu telah dirancang akhir Maret 2022. Hal itu dilakukan setelah melihat potensi, krama banyak yang majejaitan untuk kebutuhan upakara.

“Kami melihat upakara di desa yang cukup tinggi, kadang-kadang saya evaluasi untuk di desa adat pun per tahunnya memerlukan biaya lebih dari Rp 700 juta, belum masyarakat sendiri. Terwujudnya Warung Yadnya ini semuanya dari dukungan krama dan widya sabha serta prajuru,” ujar Wendra saat dikonfirmasi Kamis (23/6).

Menurutnya, keberadaan warung ini, nantinya dapat mempermudah upacara keagamaan karena akan menyediakan segala macam perlengkapan upacara. Masyarakat yang memang memiliki kesibukan bekerja dapat diringankan.

“Kalau dilihat 5-10 tahun ke depan, melihat kondisi saat ini akan banyak disibukkan dengan aktivitas bekerja. Artinya generasi muda nantinya tidak mungkin lagi membuang waktu yang cukup banyak. Sehingga nanti setiap ada upacara agama kegiatan gotong royong dapat dipersingkat,” ungkapnya.

Lanjut Wendra, seluruh perlengkapan yang akan dijual merupakan hasil kerajinan masyarakat setempat. Sehingga akan ada perputaran ekonomi di desa adat. Meski upacara keagamaan tidak digelar setiap harinya, namun dapat dinilai sebagai pemberdayaan masyarakat dan serati banten.

“Orang tua-tua kami dan ibu-ibu yang membuat upakara yadnya yang sebelumnya dijual ke luar desa adat, dapat ditampung di warung yadnya,” terangnya.

Dikatakannya, warung yadnya ini akan memberikan keringanan pembayaran kepada masyarakat. Seperti saat adanya kedukaan, untuk upacara Ngaben dapat dilakukan penangguhan pembayaran. “Kami akan berikan satu paket perlengkapan upacara, kemudian kalau satu bulan belum bisa dibayar kami akan dikerjasamakan dengan LPD. Nah nanti di sana bunga khusus untuk upakara,” jelasnya.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#ritual #bali #balinese #Putu Wendra #hindu #Bendesa Adat Mengwitani #pura #Warung Yadnya