BALI EXPRESS - Melukat adalah salah satu ritual Umat Hindu di Bali sebagai upaya pembersihan pikiran dan jiwa secara spiritual dalam diri manusia.
Upacara ini dilakukan secara turun-temurun oleh umat Hindu hingga saat ini.
Penyucian secara rohani artinya menghilangkan pengaruh kotor/klesa dalam diri.
Sementara menurut Jro Panca dalam Kanal Youtube Taksu Poleng, melukat merupakan kegiatan untuk membersihkan diri secara rohani.
Di Bali begitu banyak tempat-tempat melukat yang dapat dikunjung. Hanya saja, menurut Jro Panca, secara garis besar ada 3 tempat untuk melukat.
Pertama melukat di palinggih atau kemulan.
Melukat di palinggih dengan cara nunas tirta atau air suci pada sumber mata air, kemudian dibawa ke rumah dan digunakan melukat di rumah.
Kedua, melukat dengan dibantu oleh orang yang mumpumi.
Ketiga melukat pada sumber-sumber mata air.
Baca Juga: Diketahui Tahun 1994, Pelinggih Ganesha di Pura Ponjok Batu Bali Punya Pemedek Khusus, Begini Kisahnya
Lebih lanjut, Jro Panca menyebutkan, setiap sumber mata air memiliki kekuatan yang berbeda-beda.
Hal ini dipengaruhi oleh kebiasaan orang suci zaman dahulu. Dulu sebelum orang suci Nyurya Sewana maka ia akan mendoakan sumber mata air itu terlebih dahulu.
“Sebelum mandi Maha Rsi dahulu mendoakan agar kekuatan Tuhan menganugrahi sumber mata air. Berbeda dengan sekarang.
yang datang ke tempat penglukatan justru meminta panganugrahan.
Inilah yang membuat tempat-tempat melukat yang sempat didatangi oleh orang suci dahulu memiliki kekuatan yang dahsyat,” jelasnya.
Selain membersihkan diri secara rohani, melukat juga diyakini dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit baik sekala maupun niskala.
Namun tidak jarang, tingkat kesembuhan setiap orang berbeda-berbeda saat melukat di suatu tempat.
Hal ini, kata Jro Panca, berkaitan dengan leluhur kita sebelumnya.
Misalnya leluhur terdahulu pernah melukat di suatu tempat dan sembuh, maka secara tidak langsung kita atau reinkarnasinya juga dapat sembuh jika dilukat di tempat yang sama.
“Melukat yang benar itu adalah mengambil inti dari air itu,” jelasnya.
Tata cara melukat secara sekala dan niskala yang benar menurut Jro Panca adalah pertama meminta izin kepada pangempon.
Ikuti agem-ageman atau aturan yang dimiliki tempat penglukatan itu. Meski sudah terdapat Jro Mangku, namun pembersihan sebaiknya dilakukan sendiri karena tidak bisa diwakilkan.
“Agar inti dari energi itu dapat diperoleh, sebaiknya melukat dilakukan sendiri sehingga energi sefrekuensi didapatkan, ini dapat dilakukan dengan doa,” pungkasnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna