Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Saet Mingmang Simbol Tri Murti

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 14 Juli 2022 | 17:12 WIB
Ida Pandita Mpu Nabe Dwija Witaraga Sanyasa.I Putu Mardika/Bali Express
Ida Pandita Mpu Nabe Dwija Witaraga Sanyasa.I Putu Mardika/Bali Express
BULELLENG, BALI EXPRESS - Selain Sirowista yang diyakini berperan sebagai alat pencuci dan pemusnah semua mala atau penderitaan, dalam proses penyucian juga ada yang namanya Saet Mingmang.

Saet Mingmang dibuat dari rangkaian alang-alang, bermakna sebagai kekuatan pelebur segala hal yang bersifat negatif atau mala. Dari filosofinya, alang-alang tersebut memiliki kekuatan yang besar dan tajam.

Ida Pandita Mpu Nabe Dwija Witaraga Sanyasa  mengatakan, seperti halnya air suci tirta amertha yang pernah tumpah dan mengenai ujung rumput alang-alang pada saat sang naga dari Dewi Kadru akan merebut tirta amertha yang dibawa oleh Sang Garuda, anak dari Dewi Winata.

Tumpahan tirta menjadikan alang-alang memiliki kekuatan yang luar biasa dan tajam hingga lidah para naga yang berusaha menjilat rumput alang-alang pun terbelah.

Saet Mingmang juga merupakan simbol dari Tri Murti, yaitu Brahma, Wisnu, Iswara (Ang, Ung, Mang). Dalam proses pembuatan atau ngarga tirtha yang dilakukan oleh pandita Siwa, aksara suci juga dituliskan pada air suci yang dibuat, yang disebut juga tirtha Weda.

Perangkat yang dipakai menuliskan aksara suci pada air suci tersebut adalah Saet Mingmang.  “Kekuatan yang ada pada rumput alang-alang (ambengan) oleh umat Hindu diyakini dapat memberikan perlindungan sehingga alang-alang dipakai sebagai perangkat pemujaan Pandita Siwa yang disebut Saet Mingmang,” pungkasnya.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#bali #balinese #Tri Murti #adat #Saet Mingmang #hindu #Ida Pandita Mpu Nabe Dwija Witaraga Sanyasa #pura #tradisi #Sirowista sebagai Alat Pencuci #Pamarisudha Mala