Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gubernur Bali Rayakan Tumpek Krulut, Ada Pemberian Bunga hingga Kado

I Putu Suyatra • Senin, 25 Juli 2022 | 04:16 WIB
GUBERNUR: Gubernur Bali, Wayan Koster. (Humas Pemprov Bali For Bali Express)
GUBERNUR: Gubernur Bali, Wayan Koster. (Humas Pemprov Bali For Bali Express)
DENPASAR, BALI EXPRESS - Perayaan Tumpek Klurut secara sekala dilaksanakan di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali di Denpasar, Sabtu (23/7) malam. Perayaan diwujudkan berupa pemberian bunga hingga kado kepada orang yang dikasihi, serta diiringi oleh hiasan cahaya putih yang mengelilingi panggung terbuka tersebut.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan agar nilai-nilai adiluhung Sad Kerthi yang diwujudkan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali perlu dipahami, dihayati, diterapkan, dan dilaksanakan. Secara filosofis Tumpek Krulut bertujuan untuk menstanakan Dewa Keindahan dalam diri manusia, agar manusia senantiasa diberikan kesenangan dan kebahagiaan dalam menjalani kehidupan.

Keindahan banyak terdapat dalam karya seni, seperti gamelan atau musik. “Secara psikologis musik memiliki kedayaan estetik untuk mempengaruhi suasana hati menjadi lebih senang. Oleh karena itulah para leluhur Bali memberi wejangan agar kita selalu memuliakan gamelan,” paparnya.

Sebagaimana tersurat dalam Lontar Prakempa dan Aji Gurnita, hari yang baik atau dewasa ayu untuk mengupacarai sarwa tetangguran atau gamelan adalah Rahina Tumpek Krulut. “Pada Rahina Tumpek Krulut kita memuja Dewa Iswara sebagai Dewa Keindahan, memohon waranugraha agar manusia terus menerus diberi kesenangan dan kebahagiaan niskala-sakala,” terangnya.

Selain dengan cara mendengarkan dan memainkan gamelan, lanjut Koster, juga menyatakan rasa senang dan kebahagiaan dalam diri manusia juga dapat dicapai dengan membangun tresna asih/kasih sayang terhadap sesama manusia dan melakukan aktivitas kebersamaan. Dalam kaitan inilah Tumpek Krulut juga identik dengan rahina tresna asih/hari kasih sayang.

“Tresna Asih berarti kasih sayang, berarti pula penyucian dan pemuliaan manusia, sebagaimana ajaran kearifan lokal Jana Kerthi,” ungkapnya.

Dalam perayaan Rahina Tumpek Krulut ini, Wayan Koster memberikan penghargaan kepada 200 lembaga/sanggar/grup kesenian. Selain itu, juga memberikan hadiah kepada siswa dan mahasiswa berprestasi. Editor : I Putu Suyatra
#bali #tumpek krulut #wayan koster #hindu