Mangku Gede di Pura Muncaksari Jro Mangku Wayan Sudana yang juga dipanggil Jro Mangku Mirah, ketika ditemui di Pura Muncaksari beberapa waktu lalu mengungkapkan, selain memohon perlindungan, banyak juga yang memohon untuk mendapatkan jodoh di Pura Muncaksari ini. Itu sudah berlangsung sejak lama, dan banyak terbukti.
“Dari dahulu, banyak yang datang untuk memohon jodoh karena sudah banyak terbukti. Bahkan ada juga yang bertemu di sini akhirnya berjodoh dan menikah, sehingga Pura Muncaksari juga dijuluki sebagai Pura Jodoh,” jelas Jro Mangku Mirah.
Untuk sarana yang dibawa pamedek ketika tangkil ke Pura Muncaksari bisa berupa canang ataupun banten pejati. Jro Mangku Mirah mengakui yang datang ke pura itu dari berbagai daerah di Bali dan luar Bali. Sebab, selain dipercaya tempat nunas jodoh, pura itu sebagai Linggih Ratu Ngurah Mas Meketel.
Disebutkan Mangku Mirah juga dipercaya sebagai tempat untuk memohon keberkahan, kesejahteraan dan hasil panen yang baik. “Selain itu, bagi para pedagang mempercayai Pura Muncaksari ini sebagai tempat untuk memohon anugrah Ida Bhatara Rambut Sedana. Supaya usaha atau bisnisnya dilancarkan. Biasanya para pedagang datang dengan membawa pajati dan dari Pura Muncaksari akan menganugerahi paica berupa beras, uang dan padi sebagai simbol kemakmuran dan keberhasilan usaha,” ungkapnya.
Pura Muncaksari, lanjut Jro Mangku Mirah, juga memiliki fungsi sebagai pura untuk memohon kesembuhan. Di pura ini, masyarakat yang ingin sembuh, bisa melakukan panglukatan di Beji Mayang Sari. Karena pura Muncaksari adalah beji atau patirtaan Saren Loji dengan empat mata air panas suci, yakni Toya Emas, Toya Selaka, Toya Tembaga, dan Toya Besi yang dipercaya mampu memberikan kesembuhan.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya