Penekun usada Bali Gede Sutana mengatakan konsep Tri Upastamba dijadikan pilar untuk mempertahankan kesehatan. Mulai dari mengatur pola makan atau Ahara, mengatur waktu istirahat atau Nidra dan mengatur pola aktivitas atau Brahmacarya.
“Mengatur pola makan, pengaturan pola tidur/istirahat dan menjaga aktivitas agar tidak berlebihan dapat membuat badan segar dan pikiran menjadi sehat. Hal ini menunjukkan bahwa pasien harus menjaga tiga hal pokok untuk terpeliharanya kesehatan,” jelasnya.
Dapat dipastikan bahwa tenaga kesehatan tersebut telah mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan tubuh agar tidak menderita sakit lagi setelah dirawat di rumah sakit atau setelah dirawat di tempat praktik kesehatan.
Sutana mengatakan, orang yang ingin kondisinya tetap sehat wajib memperhatikan pola makan agar kondisinya selalu fit. “Ahara adalah segala sesuatu yang dimakan dan diminum masuk ke dalam saluran pencernaan dapat menyehatkan badan. Sehingga minuman tergolong juga ke dalam kelompok makanan,” ungkapnya.
Ia menyarankan agar senantiasa memakan makanan yang kondisinya selalu segar. Artinya segalanya dimakan dalam kondisi segar. Seperti buah yang sudah matang baru dipetik sebaiknya langsung dimakan.
Dalam konsep Ahara, makanan diklasifikasikan menurut jenisnya. Seperti Shukadhanyavarga, yaitu kelompok biji-bijian seperti beras, gandum. Kelompok ini diperlukan untuk membuat unsur tridosha senantiasa dalam keadaan seimbang.
Shamidhanyavarga, diartikan makanan berupa kacang-kacangan. Kebanyakan dari kacang-kacangan ini berpotensi meningkatkan vata serta bisa menyebabkan sembelit.
Kacang-kacangan berwarna hitam dikatakan dapat meningkatkan kapha, merangsang napsu seksual, membentuk feses yang baik dan meningkatkan sekresi semen dalam sperma. “Kacang hijau (mudga) mengandung banyak protein nabati, baik untuk memelihara liver, kulit dan baik pencernaan, karena kaya akan serat,” paparnya.
Selanjutnya jenis Mamsavarga, artinya adalah kelompok daging, telur. Ini merupakan makanan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jaringan otot dengan cepat dalam tubuh, meningkatkan kapha dan pita, mengurangi vata.
Shakavarga, adalah kelompok sayur-sayuran. Sudah tentu di sini termasuk akar, batang, daun, bunga dan buahnya untuk sayuran. Ayurweda sangat menganjurkan makanan jenis ini karena aman dalam pencernaan. “Jamur termasuk dalam golongan ini yang berefek pada diuretika yaitu dapat memproduksi urine untuk menurunkan sembab pada tubuh,” imbuhnya.
Phalavarga yaitu buah-buahan. Kebanyakan makananan golongan buah ini bersifat satwika. Seperti jeruk, jeruk nipis baik untuk pencernaan dan melindungi ginjal karena banyak mengandung vitamin C. Pisang baik untuk memelihara pencernaan mengurangi keluhan wasir, diare dan disentri.
Ada juga Haritavarga, yaitu makanan yang diperoleh dari umbi-umbian seperti jahe, wortel. Jahe (shunthi) dapat meningkatkan napsu makan, menurunkan aktivitas pencernaan yang berlebihan, dan mengurangi keluhan mual dan muntah.
Menurunkan ketiga tri dosha (vata, pita, kapha). Bawang termasuk dalam golongan ini. Madyavarga, adalah makanan atau minuman yang mengandung alkohol. Dikatakannya, golongan ini adalah golongan rajasikaahara yaitu dapat membangkitkan energi lebih banyak. Jalavarga, artinya air. Air yang diminum karena sifatnya sejuk dan memperbaiki pencernaan.
Gorasavarga, yaitu minuman susu, santan, meningkatkan pitta, memperbaiki pencernaan, memperbaiki plasma darah dan organ reproduktif seperti ovarium, testis. “Kebanyakan golongan ini merupakan makanan satwika, memperbaiki otak dan kondisi psikologis,” kata pria yang juga dosen STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya