Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nyepi Segara, Jernihkan Kembali Lautan

I Komang Gede Doktrinaya • Sabtu, 15 Oktober 2022 | 19:51 WIB
Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta. Dok Bali Express
Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta. Dok Bali Express
KLUNGKUNG, BALI EXPRESS — Ngusaba yang berlangsung di Pura Batu Medawu dan Pura Penataran Ped, Nusa Penida, Klungkung, pada Purnama Kapat, Senin (10/10) lalu, dirangkai dengan pelaksanaan Nyepi Segara, Selasa (11/10). Nyepi yang berlangsung khusus di lautan dan pantai itu selama satu hari khusus.

Nelayan, petani rumput laut, garam, hingga masyarakat lain yang biasanya beraktivitas di pesisir libur selama Nyepi Segara.

Ketua PHDI Klungkung Putu Suarta menjelaskan, upacara ngusaba yang berlangsung di Pura Batu Medawu dan Pura Penataran Ped berlangsung dengan tingkatan madya. Serangkai dengan itu, Nyepi Segara dilangsungkan sehari setelah rahina purnama kapat. “Jadi seluruh pesisir Nusa Penida,” kata Suarta, kemarin.

Pelaksanaan Nyepi Segara berlangsung mulai pukul 06.00 hingga dini hari. Praktis aktivitas di laut, termasuk layanan penyebrangan dari Kusamba menuju Nusa Penida berhenti sementara waktu. Setelah waktu Nyepi Segara berakhir, aktivitas di pesisir pantai bisa normal kembali.

Menurut pria yang juga Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung ini, Nyepi Segara berlangsung sebagai bentuk menghormati lautan dan isinya, serta dimaknai sebagai cara warga setempat menjernihkan kembali lautan melalui mulang pakelem atau menerjunkan seluruh kurban upacara saat ngusaba ke lautan demi menyeimbangkan antara bhuana agung dan buana alit.

“Saat Purnama Kapat lalu dilakukan mulang pakelem. Sehari setelah itu diharapkan laut tidak terusik. Korban suci yang dihaturkan dapat bermakna dan bermanfaat untuk keseimbangan laut dan alam. Jadi sehari tanpa aktivitas di pantai maupun laut,” papar Suarta.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#ritual #bali #balinese #adat #I Putu Suarta #Ketua PHDI Klungkung #hindu #pura #nyepi segara #Jernihkan Kembali Lautan #tradisi