Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kuah Barak sebagai Hidangan Pelengkap Saat Usaba Sambah

I Komang Gede Doktrinaya • Senin, 7 November 2022 | 17:57 WIB
BAYUHAN MEG: Hidangan berupa bayuhan meg berjejer saat Usaba Sambah di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem. Ist
BAYUHAN MEG: Hidangan berupa bayuhan meg berjejer saat Usaba Sambah di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem. Ist
KARANGASEM, BALI EXPRESS-Usaba Sambah merupakan upacara terbesar di Desa Tenganan Pegringsingan, Kecamatan Manggis, Karangasem.

Usaba ini dilaksanakan setahun sekali, dirayakan sebulan penuh. Makanan yang disajikan juga khusus.

Ada hidangan persiapan maupun saat pelaksanaan. Ada pula hidangan yang disajikan pada tahap penutupan, yaitu saat Mekare-Kare.

Biasanya hidangannya terdiri dari gibungan jajan, kuah barak, dan bayuhan meg yang terdiri dari madam, lawar penyu, lawar tuung, sayur belimbing dan jejeruk.
Semisal, hidangan bayuan meg, yaitu kumpulan hidangan yang terdiri dari madam, lawar tuung, sayur belimbing, dan jejeruk yang ditata menjadi satu diatas kertas nasi.

Bahan yang digunakan adalah kelapa, bawang merah, jahe, lengkuas, kencur. Selain itu juga menggunakan kunyit, bawang putih, bangle, sereh, daun salam, terasi, daging jeroan, limau, santan, tabie bun, kulit babi, darah, terong bali, cabai merah, cabai kecil, kemiri, daging babi, kaldu, daun belimbing, pamor, bawang goreng, dan kepala babi.

Kelian Adat Tenganan Pegringsingan, Jro Putu Suarjana menjelaskan, hidangan sayuran khas yang disajikan pada saat upacara Usaba Sambah di Desa Tenganan Pegringsingan yaitu kuah barak yang merupakan hidangan khas sebagai pelengkap.

Kuah barak yang terdiri dari air yang dicampur dengan bumbu dan daging mentah yang kemudian disaring. Bahan yang digunakan dalam pembuatan kuah barak adalah daging mentah, kelapa, darah babi, bawang merah, jahe, lengkuas, kencur, kunyit, bawang putih, bangle, sereh, tabie bun, daun salam, terasi, jeruk limau, gula merah dan bawang goreng.

Sedabgkan hajanan khas yang disajikan pada saat upacara Usaba Sambah yaitu gibungan jajan. Tampilan hidangan ini khas, dapat dilihat dari teknik penyajiannya dari jajan kukus putih, kukus merah, kembung merah yang ditata menjadi satu dan ditambah dengan buah pisang dua sisir dan disajikan dengan menggunakan klakat.

Bahan yang digunakan dalam pembuatan kukus merah dan kukus putih adalah ketan putih, kelapa, dan gula merah. “Hidangan ini umumnya dinikmati bersama-sama saat penutupan Mekare-kare,” singkatnya.

  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#ritual #bali #balinese #Tenganan Pegringsingan #adat #Hidangan Berbeda Setiap Tahapan #hindu #pura #usaba sambah #tradisi