Penekun usada Bali Gede Sutana mengatakan, di dalam Lontar Cukil Daki disebutkan bahwa setiap penyakit ada penyebab serta ciri-cirinya. Sang Hyang Cukil Daki mengajarkan nilai-nilai tersebut di dalamnya dalam rangka mengharmoniskan manusia dengan lingkungannya.
Sebagaimana tercantum pada lontar usada Cukil Daki lepihan 14b iki mantram tamba sami, sakwehing gering, ila, wenang iki, ma, inangun angidepana Sang Hyang Guru Tunggal, aku ngudanin gering, ila, ring kulit, ring daging, ring otot, kapurna jati lah waras…..
Terjemahannya : Ini adalah mantram untuk pengobatan, akan segala macam penyakit, Sang Hyang Guru Tunggal menghilangkan segala penyakit, baik pada kulit, pada lemak, pada otot, semua akan sembuh seperti sedia kala.
Dalam lontar itu dibeberkan berbagai macam jenis penyakit, ciri-cirinya dan bahan obat serta cara penggunaan yang dilakukan menurut Sang Hyang Cukil Daki.
Jenis penyakit yang banyak dipaparkan adalah jenis penyakit dalam. Diantaranya sakit jantung berdebar-debar, batuk yang disertai napas terengah-engah, disentri, disentri keluar darah nanah, perut panas dan perih, perut terasa panas, sulit tidur, lemas, kurus, lumpuh, exim basah, encok, serak, baled, gusi sakit bengkak kemerahan, panas, gatal-gatal bintik-bintik dan rematik.
Ada pula sakit kejang, racun, penyakit kelamin, sakit dan perih pada kemaluan, kencing batu, sakit mata, bengkak, lumpuh, koreng/borok, lepra, perut membesar, jampi bagian dalam, perut membesar disertai dengan sakit pada ulu hati, mendengkur dan sesak napas, stroke, dan berbagai penyakit kelamin, lemah syahwat, yang berkaitan dengan hubungan suami dan istri.
Selain itu, pengobatan juga menggunakan rerajahan dan mantram sebagai satu kesatuan dalam menyembuhkan penyakit. “Makna yang dapat diambil dari pengobatan ini adalah segala penyakit yang muncul menggunakan bahan dan ramuan yang berbeda untuk setiap jenis penyakit disesuaikan dengan ciri penyakitnya,” kata Sutana
Sutana merinci, sakit jantung dan jampi, dengan ciri-ciri penyakit seperti jantung berdebar, pusing dan kelelahan. Penyakit ini juga ditandai dengan napas terengah-engah, rasa sakit pada dada. Adapun tanaman obat dan cara penggunaannya yakni dengan buah beringin akar kenanga, kayu muda pohon bungli, kayu muda pohon kendal, dibakar dan dicampur santan, gula, kemiri lalu diminum.
Penyakit batuk (siyak), gejalanya yakni batuk sesak napas, terasa menyumbat pada hati. Penyakit seperti ini bisa diobati dengan pucuk daun andong, batang pohon kepah dan garam ditumbuk halus, lalu dicampur dengan minyak kelentik (atau diganti dengan VCO) kemudian diminum.
Disentri dapat dilihat dari lendir putih pada kotoran, berdarah pada kotoran. Penyakit ini dapat diobati dengan bawang yang dibakar (ditambus), silaguri, pangkal jaruti, pangkal rumput carma, ditumbuk, dicampur dengan santan kental, ditambahkan gula garam yang dicampur arang, lalu diminum.
Bila perut terasa panas dan perih dan otot perut terasa tegang, dapat diobati dengan daun kayu selasih, buah sirih, daun dadap tua, temu tis, jeruk nipis, bawang yang sudah digoreng, minyak kelapa dan air, dimasak sampai matang, peras ambil airnya tetes. Bisa juga diminum.
Sakit perut dengan gejala perut terasa panas, pinggang sakit. “Sakit ini dapat diobati dengan akar bayam yang berdaun kemerahan, ubi tunjung, darah merah, semua bahan dicampur diperas dan ambil airnya ditetes dan atau diminum,” sebutnya.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya