Panyarikan Pura Negara Gambur Anglayang Nyoman Laken menyebutkan, Palinggih Ratu Bagus Sundawan memang menjadi salah satu gugusan pelinggih di Pura Negara Gambur Anglayang. Secara umum disebutkannya bahwa tak bisa dipungkiri, gugusan palinggih di pura ini mencerminkan pluralisme.
Sebut saja dari Suku Sunda, di sana ada Palinggih Ratu Bagus Sundawan. Selanjutnya Suku Melayu, yakni Palinggih Ratu Bagus Melayu. Untuk sthana Ratu Ayu Syahbandar dan sthana Ratu Manik Mas mencirikan unsur Buddha dan Cina. Selanjutnya ada Palinggih Ratu Pasek, Ratu Gede Siwa, dan Dewi Sri yang menjadi simbol unsur Hindu.
Khusus Palinggih Ratu Bagus Sundawan posisinya terletak di utama mandala, bersebelahan dengan Palinggih Sedahan Tukang dan Palinggih Ratu Agung Melayu.
Palinggih berupa sakepat dengan bahan kayu. Konon, latar belakang adanya palinggih ini juga merupakan salah satu ungkapan rasa terima kasih dari kelompok pedagang yang kapalnya karam di kawasan Pantai Kutabanding (Kubutambahan).
Kelompok pedagang tersebut merupakan penganut agama Kristen yang datang dari daerah Sunda, Jawa Barat. Disebutkannya, Ratu Bagus Sundawan sebagai sosok lanang atau laki-laki yang ganteng.
Dalam kepercayaan masyarakat, palinggih ini sering mapaica atau menganugerahkan kain. Jika Ratu Bagus Sundawan menghendaki, sokasi atau besek akan terisi wastra atau kain, bahkan tutup sokasi tersebut akan terbuka dengan sendirinya. Sehingga wastra itu digunakan sebagai pengganti wastra Palinggih Ratu Bagus Sundawan yang sebelumnya.
Selain itu, ada juga kain yang berwarna biru dengan balutan selendang antik. Itu merupakan kain yang sudah ratusan tahun. Begitu pula kain batik coklat dengan dasar putih dengan balutan selendang masih ada hingga kini, masih digunakan saat piodalan.
Palinggih Ratu Bagus Sundawan ini memiliki bentuk yang sedikit berbeda dengan palinggih lainnya. Bedanya terletak pada ornamen yang terdapat di dalam palinggih, di mana dalam lukisan ini lebih berbentuk atau bernuansa Kristen karena lukisan tersebut mirip dengan nuansa Bunda Maria. “Palinggih Ratu Bagus Sundawan sangat erat kaitannya dengan Kristiani,” ungkap Laken yang sudah puluhan tahun ngayah di pura ini.
Selain itu, penamaan Palinggih yang memiliki akar kata 'Sunda' dalam nama 'Sundawan' yang merupakan satu wilayah di Jawa Barat dengan penganut agama Kristen yang cukup banyak.
Bangunan Palinggih Ratu Bagus Sundawan berbahan dasar kayu majegau yang diyakini sampai saat ini belum pernah diganti. Meskipun dilakukan pembaruan warna, namun bahan dasar kayunya belum pernah diganti.
Arsitektur palinggih berkaitan dengan mitologi agama Kristen, sehingga menjadi sebuah dasar religi dari para pedagang yang berasal dari Sunda. Ciri kristiani pada Palinggih Ratu Bagus Sundawan, terlihat dari relief dan ukiran yang menghias palinggih. Pada bagian parba palinggih, yakni bagian palinggih yang berisikan lukisan dengan nuansa Kristen.
Struktur dari palinggih ini sama dengan palinggih pada umumnya, yakni menggunakan konsep triangga yaitu memiliki tiga bagian atau tiga palih. Pada bagian kaki disebut dengan palih bebaturan sor atau pertiwi, yaitu bebaturan yang terletak paling bawah, terbuat dari pasangan batu.
Bagian badan disebut dengan palih batur sari, yaitu bagian bebaturan yang terletak di atas bebaturan sor. Sedangkan bagian kepala disebut dengan palih sari, yaitu bagian paling atas dari palinggih, tepatnya di atas batur sari sampai pada atap palinggih.
Editor : I Komang Gede Doktrinaya