Sesajen untuk persembahan kepada Bhatara Siwa terdiri atas tumpeng putih kuning, daging ayam putih, ikan teri, terasi merah, sedahan who. Banten ini dihaturkan di Sanggar.
Sesajen untuk persembahan kepada Shangyang Pasupati terdiri atas 1 sasayut pasupati, 1 sasayut jayeng perang, 1 sasayut kusuma yudha, 1 suci, 1 daksina, 1 peras ajuman, canang wangi, tadah pawitra (air suci), reresik, dipersembahkan kepada para dewa penguasa senjata tajam yang digunakan di medan perang. Maknanya adalah menajaman batin dan pikiran.
Banten Pasupati terdiri dari Sesayut Pasupati, ditujukan untuk Dewa Pasupati yang merupakan manifesti dari Dewa Siwa. Banten Pasupati ada 3 tingkatan yang bisa disesuaikan dengan kemampuan yakni tingkat nista, tingkat madya dan tingkat utama.
Tingkat nista merupakan banten tingkatan yang paling sederhana yakni banten menggunakan canang sari, dupa dan tirtha pasupati.
Kemudian tingkat madya adalah tingkat menengah yang menggunakan banten peras, daksina atau pejati. Sedangkan untuk tingkat paling tinggi adalah utama.
Pada tingkat utama ini terdiri dari sesayut pasupati yakni tumpeng barak, raka-raka dan jaja, kojong balung. Kemudian kelengkapan bantennya berupa prayascita, sorohan alit durmanggala, pejati dan kelengkapannya. Editor : Nyoman Suarna