Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Majauman Erat dengan Tradisi Tipat Bantal

I Komang Gede Doktrinaya • Kamis, 8 Juni 2023 | 20:48 WIB
BASE WAKULAN : Prosesi nyerahang base wakulan saat majauman. Ist
BASE WAKULAN : Prosesi nyerahang base wakulan saat majauman. Ist
BULELENG, BALI EXPRESS- Tak hanya identik dengan base wakulan, Majauman saat upacara pawiwahan (perkawinan) juga erat dengan tradisi matipat bantal. Tradisi ini ditandai dengan membawa tipat bantal dengan segala kelengkapannya.

Tipat yang dimaksud disini adalah ketupat yang melambangkan pradhana atau perempuan sedangkan bantal melambangkan purusa atau laki-laki. Upacara ini bertujuan untuk mohon pamit kepada orang tua dan kerabat dekatnya, termasuk secara kedinasan/administrasi kependudukan setempat.

“Secara niskala mempelai wanita mohon pamit kepada bhatara-bhatari leluhurnya yang dilaksanakan dengan membawa jauman berupa tipat bantal dan selengkapnya,” jelas Dosen Upakara STAHN Mpu Kuturan Singaraja, Wayan Murniti.

Jajan kukus merah dan putih ini harus disertakan dalam tradisi matipat bantal. Jajan ini terbuat dari ketan yang dikukus. Sedangkan warna merah dari jajan kukus ini diwarnai dengan gula merah sehingga warnanya kecoklatan.

Tipat adalah salah satu sanganan atau sarana pewarangan yang wajib digunakan atau dibawa pada saat tradisi ini. Tipat ini memiliki arti pelambangan wanita atau perempuan sehingga wajib dibawa dalam tradisi ini.

Jaja bantal yang digunakan yaitu berbentuk memanjang diikat dengan tali bambu. Ikatannya melingkar sampai semua kulit jaja (kue) bantal dilingkari.

Di samping upakara yang dibawa oleh pihak keluarga pengantin pria, biasanya dari pihak keluarga pengantin wanita juga membuatkan upakara untuk menghaturkan di pamerajan kehadapan Hyang Guru dan para leluhurnya.

“Sarana ini untuk memohon penugerahan agar sang pengantin wanita (anaknya) memiliki iman yang kuat dalam menghadapi kehidupan berumah tangga,” pungkasnya.
  Editor : I Komang Gede Doktrinaya
#tipat bantal #Tiga Hari Baru Bisa Dibuka #bali #balinese #Base Wakulan #hindu #pura #pawiwahan #Prosesi Majauman