Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Uniknya Tari Bali; Pemangku tak Boleh Jauh dari Pementasan Tari Baris Jangkang

I Putu Mardika • Minggu, 25 Juni 2023 | 20:20 WIB
TARI BALI: Tari Baris Jangkang Desa Adat Pelilit, Nusa Penida, Klungkung, Bali, yang merupakan salah satu jenis Tari Wali.
TARI BALI: Tari Baris Jangkang Desa Adat Pelilit, Nusa Penida, Klungkung, Bali, yang merupakan salah satu jenis Tari Wali.

Prosesi Pementasan Tari Bali bernama Tari Baris Jangkang, Nusa Penida, Klungkung, Bali, diawali dengan sekaa gong menabuh gamelan sebagai tabuh untuk mengawali piodalan. Kemudian Jro Mangku nyakap banten yang akan digunakan sebagai pemlaspas Baris Jangkang.

Sedangkan penari merias diri di Bale payas yang berada di sebelah Pura Desa. Sebelum pementasan dimulai, biasanya penari terlebih dahulu bersembahyang untuk memohon agar Ida

Setelah persembahyangan selesai, maka penari langsung bersiap-siap mengatur barisan untuk mulai mementaskan Baris Jangkang. Begitu barisan siap, penabuh langsung memainkan gamelan dan para penari pun mulai menari.

“Selama pementasan berlangsung, pemangku tidak boleh berada jauh dari penari dan penabuh karena pemangku berperan sebagai pengontrol jalannya pentas agar para penabuh dan penari tetap berada dalam keadaan yang baik jauh dari pengaruh negatif alam sekala dan niskala,” kata Bendesa Adat Pelilit, I Wayan Satu Antara.

Pementasan Baris Jangkang juga diiringi dengan kekidungan sebagai penetralisir kekuatan jahat yang mengganggu para penari. Pementasan Baris Jangkang berlangsung selama kurang lebih 15 menit dengan gerakan sederhana yang diulang-ulang dan penari sebanyak 9 orang.

Sarana yang digunakan penari adalah Tombak. Sarana tombak memiliki kesiapan dalam melawan kejahatan dengan hiasan tridatu yang berarti kekuatan Tri Murti. Tombak ini seperti pada cerita sejarahnya bahwa ilalang berubah menjadi senjata tombak.

Kemudian penari menggunakan busana Kamben cepuk merupakan kain khas tenunan yang berasal dari Nusa Penida. Kamben ini dipercaya sebagai simbul penolak bala, karena dalam motif dan warna kain yang digunakan melambangkan simbol tri murti.

Selendang kuning yang digunakan melambangkan symbol Dewa Mahadewa penguasa arah mata angin barat, baju dan celana panjang putih perlambang kesucian dan juga penguasa arah mata angin timur. Udeng batik melambangkan kesederhanaan dan perlambang aneka warna sebagai simbol Dewa Siwa.

Iringan yang mengiringi Tarian Jangkang ini adalah seperangkat Gamelan Batel yang terdiri dari Kempur, Kendang, Petuk, Cengceng kecil, Deng deng. Selain tariannya, perangkat gamelan untuk mengiringi tari Baris Jangkang Pelilit ini juga terbilang sakral.

Salah satu perangkat gamelan yang terbilang sakral adalah kempur. Dahulu kempur merupakan tempat makanan babi yang bahannya berasal dari Perunggu. “Jika benda ini dipukul-pukul dan mengeluarkan suara mampu membuat musuh lari. Begitu kempur dipukul, musuh yang mendengar akan lari karena melihat padang ilalang seperti ujung tombak dan keris,” tutupnya.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #tari wali #Tari Baris Jangkang Pelilit #tari bali #klungkung #nusa penida