Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pentaskan Enam Tari Wali adalah Salah Satu Tradisi Hindu Bali di Pura Dalem Balingkang

I Putu Mardika • Kamis, 29 Juni 2023 | 23:05 WIB
Jero Mangku Pura Dalem Balingkang, I Nengah Kadi
Jero Mangku Pura Dalem Balingkang, I Nengah Kadi

BALI EXPRESS - Ada satu tradisi bagi umat Hindu di Bali yang ada di Pura Dalem Balingkang, Desa Pinggan, Bangli. Yakni pementasan enam tari wali pada saat Pujawali di sana.

Pura Dalem Balingkang sebagai salah satu Pura Kahyangan Jagat, sarat akan konsep akulturasi agama Siwa-Buddha yang hidup berdampingan secara damai dan harmonis di Bali. Desa Pinggan yang berada di wilayah Kecamatan Kintamani Bangli sebagai pangemong utama pura.

Uniknya, selain menunjukkan akulturasi budaya, Pujawali di Pura Dalem Balingkang, Desa Adat Pinggan, Kecamatan Kintamani Bangli mementaskan tari wali. Ada enam tari wali yang dipentaskan pada pujawali. diantaranya Tari Baris Ngepang Truna (sebagai pembuka), Tari Baris Gede, Tari Baris Jojor, Tari Presi, Tari Baris Dadap, dan Tari Perang sebagai penutup.

Pengempon Pura Dalem Balingkang, Jro Mangku I Nengah Kadi menjelaskan Tarian tersebut yang sangat penting perannya dalam kegiatan pujawali di Pura Dalem Balingkang. Tari Baris Gede membawa properti keris dan tombak berwarna merah.

Kemudian Tari Baris Jojor membawa keris dan tumbak berwarna merah muda. Sedangkan Tari Presi membawa properti berupa tamiang. Selanjutnya Tari Baris Dadap membawa properti berupa tenayah atau sejenis perahu dan Tari Perang membawa properti berupa keris.

Semua tari wali memakai senjata berupa keris, dan rangkaian geraknya terdiri dari gerakan onggol-ongol, perang kepilis, nyakup gula dan ulap-ulap sari. Semua tari wali ditarikan oleh orang-orang yang sudah kawin dan masuk dalam sekaa pragina.

Ia menjelaskan, seluruh tari wali di pentaskan di halaman Pura Dalem Balingkang. Pada saat mulai upacara selalu jam 12.00 yang diiringi oleh gambelan yang dinamakan tabuh nglemes. Tabuh ini tujuannya membangunkan orang-orang dari tidurnya dan sebagai ciri bahwa upacara sudah mulai.

“Selama piodalan berlangsung seluruh masyarakat yang ada di Desa Pinggan tidak boleh melakukan aktivitas, seperti membangun, naik pepohonan, dan melakukan hal-hal yang bersifat mengganggu keharmonisan alam semesta,” tutupnya.

Editor : I Putu Suyatra
#pura dalem balingkang #bali #bangli #hindu #tradisi #tradisi unik