Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Tata Cara dan Mantra Nunas Tirta Usai Sembahyang bagi Umat Hindu

I Putu Mardika • Selasa, 4 Juli 2023 | 04:48 WIB

 

NUNAS TIRTA: Prosesi Nunas Tirta usai sembahyang bagi umat Hindu di Bali. Selain ada mantra yang harus diucapkan.
NUNAS TIRTA: Prosesi Nunas Tirta usai sembahyang bagi umat Hindu di Bali. Selain ada mantra yang harus diucapkan.
SINGARAJA, BALI EXPRESS -Tirta menjadi salah satu sarana yang penting digunakan dalam ritual umat Hindu selain Api. Proses pembuatan tirta yang dijadikan sarana ritual tidak bisa sembarangan. Sebab melewati tahapan dan proses yang menjungjung kesucian.

Dalam Naskah suci, Upadeca disebutkan untuk memohon air tirta ada sejumlah syarat dan ketentuannya. Semisal, yang nunas tirta (pemohon) harus sudah lahir batin, berpakaian yang khusus untuk hal-hal yang suci.

Termasuk posisinya harus menghadap ke arah terbit matahari atau gunung setempat; kedua tangan diangkat sampai ke atas kepala dengan memegang suatu tempat khusus untuk air suci berisi bunga dalam air itu dan dupa sudah dinyalakan dipegang.

Tirta atau air suci jika diperhatikan dari cara memperolehnya dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu Tirta yang dibuat sendiri oleh Sulinggih/Pandita dan Tirta yang didapatkan melalui memohon oleh Pemangku, Pinandita, Dalang Balian.

Selanjutnya ada beragam jenis tirta dalam kaitannya dengan pelaksanaan Panca Yadnya, Seperti Tirta Pembersihan, Tirta Pengelukatan. Tirta Wangsuhpada/banyun cokor/kekuluh, Tirta Pemahan, Tirta Penembak, Tirta Pengentas.

Umumnya, usai persembahyangan dan sehabis menghaturkan sembah dilanjutkan dengan nunas tirta dengan ketentuan dipercikkan ke seluruh tubuh masing-masing tiga kali, diminum tiga kali, dan diraupkan sebanyak tiga kali.

Adapun maknanya adalah sebagai penyucian sabda, bayu dan idep. Pada saat dipercikkan diiringi puja mantra; Om Budha Pawitra ya namah; Om Budha Maha Tirta ya namah; Om Sanggya Maha Toya ya namah;

Pada saat diminum tiga kali diiringi doa yaitu Om Brahma Pawaka, Om Wisnu Amerta, Om Iswara Jenyana.

Dan pada saat diraupkan diiringi mantra yaitu Om Ciwa Sampurna ya namah, Om Sadha Ciwa ya namah, Om Parama Ciwa ya namah.

Ketiga sasaran pemercikan tirta tersebut di atas pada diri manusia, tentunya bermakna agar manusia memperoleh kesucian diri. Ketiganya memiliki makna tersendiri. Pertama, Tirta Kundalini yang dipercikkan ke anggota badan yang bermakna penyucian badan atau sthula sarira;

Tirta Kamandalu merupakan tirta pada saat diminum yang bermakna untuk penyucian kekotoran dari perkataan atau suksma sarira dan Tirta Pawitra Jati merupakan tirta pada saat diraupkan yang bermakna kesucian dalam kekuatan hidup.

Editor : I Putu Suyatra
#Upadeca #bali #yadnya #hindu #mantra #Tirta