Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Makna dan Simbol Perlengkapan Penjor untuk Upacara Hindu di Bali, termasuk Saat Galungan

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 25 Juli 2023 | 15:05 WIB
Penjor adalah salah satu sarana upacara bagi umat Hindu di Bali.
Penjor adalah salah satu sarana upacara bagi umat Hindu di Bali.

BALI EXPRESS - Sebuah penjor untuk upacara umat Hindu di Bali, wajib berisi beberapa unsur. Terutama  yang melengkapi penjor saat perayaan Hari Raya Galungan. Penjor tersebut  memiliki makna atau simbol dari kekuatan Tuhan.

Dengan demikian penjor untuk upacara, wajib memenuhinya dari perlengkapan tersebut, berikut perlengkapan penjor tersebut. Bahan dasarnya yang berasal dari bambu, adalah simbol gunung dan gunung tempat stana para Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan juga sebagai simbol kekuatan Hyang Brahma.

 

Adapun beberapa bahan penjor yang secara simbol dan maknanya dapat dipaparkan sebagai berikut:

 Baca Juga: Jenis-Jenis Pura yang Menjadi Tempat Suci Umat Hindu di Bali

Bambu (tiying) Dibungkus Ambu/Kasa

Simbol kekuatan Dewa Maheswara

 

Kain Putih Kuning

Simbol kekuatan Dewa Iswara

 

Sampian

Simbol kekuatan Dewa Parama Siwa

 

Janur

Simbol kekuatan Dewa Mahadewa

 Baca Juga: Begini Makna Upacara Yadnya Umat Hindu Menurut Sastra

Kue (Jaja Uli + Gina)

Simbol kekuatan Dewa Brahma

 

Kelapa

Simbol kekuatan Dewa Rudra

 

Pala Bungkah dan Pala Gantung

Simbol kekuatan Dewa Wisnu

 

Tebu

Simbol kekuatan Dewa Sambu

 

Plawa

Simbol kekuatan Dewa Sangkara

 

Sanggah Cucuk

Simbol kekuatan Dewa Siwa

 

Lamak

Simbol Tribhuana

Banten Upakara

Simbol kekuatan Dewa Sadha Siwa

 

Klukuh Berisi Pisang, Tape dan Jaja

Simbol kekuatan Dewa Boga

 

Ubag-abig

Simbol Rare Angon

 

Hiasan Cili dan Gegantungan

Simbol Widyadari

 

Tamiang

Simbol penolak bala atau kejahatan

 

Unsur-unsur tersebut diatas diperlukan saat pembuatan penjor upacara di Bali karena melambangkan simbol-simbol suci atas dasar atau landasan dari implementasi ajaran kitab suci weda, yang berkaitan erat dengan nilai-nilai dan etika agama Hindu.

Sedangkan penjor dekorasi tidak perlu melengkapi dengan semua unsur tersebut di atas, cukup agar penjor tersebut tampil menarik dan indah. Penjor adalah sebuah bagian warisan dan budaya dan tradisi agama Hindu di Bali.

Penjor Galungan ini sendiri dicabut genap setelah 35 hari Raya Galungan atau dikenal dengan Budha Kliwon Pahang. Dengan banten Tumpeng Puncak Manik, peralatan penjor dibakar, kemudian abunya dimasukkan ke klungah nyuh (kelapa) gading dan kemudian ditanam di hulu pekarangan rumah ataupun bisa di hanyut.

Editor : I Putu Suyatra
#Sang Hyang Widhi Wasa #bali #penjor #hari raya #hindu #galungan