Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Begini Rangkaian Gerakan Tari Nampyog di Pura Samuan Tiga

I Putu Mardika • Kamis, 27 Juli 2023 | 17:14 WIB
TARI NAMPYOG: Begini rangkaian gerakan Tari Nampyog di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu. Selain berfungsi untuk penyucian, juga untuk   mentralisir merana dan wabah penyakit.
TARI NAMPYOG: Begini rangkaian gerakan Tari Nampyog di Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu. Selain berfungsi untuk penyucian, juga untuk mentralisir merana dan wabah penyakit.

GIANYAR, BALI EXPRESS -  Tarian Nampyog memiliki gerakan yang sangat sederhana tetapi lemah gemulai. Tari Nampyog diawali dengan ayah penangkilan/ngayah ngigel, ngeberan saet, ngoberan anteng, ngober makedeng, ngombak, ngerejang, dan siat sampian yang dimulai dari mandala Batan Manggis kemudian mengelilingi mandala Penataran Agung dan kembali ke mandala Batan Manggis.

Bendesa Pura Samuan Tiga Gusti Ngurah Made Serana mengatakan, pementasan tari Nampyog saat Pujawali di Pura Samuan Tiga sangat memegang peranan penting. Tanpa pementasan tari Nampyog upacara yang dilaksanakan belum lengkap dan sempurna.

Macam-macam gerakan pementasan tari Nampyog pada pelaksanaan piodalan di Pura Samuan Tiga, Desa Adat Bedulu, yakni ngayah ngigel atau ayah penangkilan. Saat ini para penari mengitari areal pura sebanyak tiga kali dengan membawa tiga batang dupa yang bermakna kekhidmatan dan pengabdian serta menunjukkan bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa

Selanjutnya adalah ngeberan saet atau ngoberan ikat rambut yang berwarna putih terbuat dari kain. “Gerakan ngeberan saet ini diikuti oleh para pemangku yang membunyikan genta serta memercikkan tirta atau air suci dan parekan mengelilingi pura sebanyak tiga kali,” katanya.

Ngoberan anteng, yaitu gerakan mengibas-ngibaskan selendang yang dipakai dengan mengelilingi pura sebanyak tiga kali. Gerakan ini dilakukan dengan lambat dan lemah gemulai sehingga memberikan rasa ketenangan dan kesucian lahir batin

Sedangkan Gerakan Ngober Makedeng ditandai dengan selendang permas yang di belakang ditarik oleh permas yang di depannya dan seterusnya mengelilingi areal pura sebanyak tiga kali. Gerakan ini mengandung makna kebersamaan dan meningkatkan rasa kesadaran yakni lebih memahami rasa persatuan dan kesatuan.

Ngombak, yaitu suatu gerakan yang dilakukan dengan saling memegang satu dengan yang lainnya. Gerakan ini menyerupai ombak di laut yang bergelombang menyapu pasir-pasir di pantai, memiliki arti penyucian atau pembersihan areal pura dan palinggih

Gerakan Ngerejang, yaitu tarian yang mempunyai ciri khas gerakan yang lamban dan lemah gemulai mengikuti irama angklung. Gerakan ini dilakukan dengan suka cita dan penuh ketulusan melaksanakan upacara piodalan.

Selanjutnya siat sampian, yaitu suatu prosesi terakhir dari rangkaian upacara yang dilakukan oleh permas dan parekan (pengayah laki-laki). Siat sampian atau perang sampian ini dilakukan dengan saling pukul menggunakan sampian dangsil yang telah disiapkan sebelumnya.

Para permas dan parekan dengan suka cita dan penuh ketulus-ikhlasan tanpa mengenal lelah melaksanakan siat sampian. Setelah prosesi ini berakhir para permas dan parekan ke Beji melaksanakan pembersihan dan persembahyangan

“Gerakan pada pementasan tari Nampyog dalam upacara piodalan di Pura Samuan Tiga mempunyai gerak tari yang sangat sederhana, karena merupakan bentuk tarian kuno yang penuh dengan rasa pengabdian dan rasa ketulusan kepada Ida Bhatara yang berstana di Pura Samuan Tiga,” tutupnya.

Editor : Nyoman Suarna
#Pura Samuan Tiga #hindu bali #tari nampyog #tradisi hindu bali