Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

H-2 Galungan, Harga Canang Sari, Salah Satu Sarana Upakara Hindu di Bali Tembus Rp 35 Ribu per Bungkus

Rika Riyanti • Selasa, 1 Agustus 2023 | 12:05 WIB
Harga canang sari, salah satu sarana upakara Umat HIndu di Bali,  menembus angka Rp 65 ribu per bungkus pada H-2 Galungan
Harga canang sari, salah satu sarana upakara Umat HIndu di Bali, menembus angka Rp 65 ribu per bungkus pada H-2 Galungan

DENPASAR, BALI EXPRESS - Setiap kali datangnya perayaan hari raya Hindu di Bali, seperti Galungan dan Kuningan, permintaan untuk canang sari meningkat pesat. Harganya pun melambung.

Bahkan, H-2 Hari Raya Galungan pantauan harga canang sari di Denpasar ada yang menembus harga Rp 35 ribu per bungkus.

Satu bungkus berisi 25 buah. Artinya, satu buah canang sari seharga Rp 1.400.

Mahalnya harga canang sari ini diungkapkan oleh seorang umat Hindu di Denpasar Utara, Ni Luh Putu Murtini.

“Ini rekor saya beli canang sari. Harganya sampai Rp 35 ribu (per bungkus). Tapi karena perlu, ya dibeli,” katanya.

Naiknya harga canang sari ini tak lepas dari permintaan yang naik sehingga berarti peningkatan dalam produksi.

Produksi upacara tradisional di Bali ini memerlukan sejumlah bahan seperti janur dan beberapa jenis bunga.

Tingginya permintaan bahan-bahan ini menyebabkan Bali tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri dan harus mengimpor dari luar daerah.

Contohnya, mendatangkan janur dari Jawa dan bunga dari wilayah lain.

Bahkan, untuk bahan baku canang sari yang menggunakan bunga gumitir, Bali juga harus mengimpor dari luar negeri dengan biaya mencapai Rp 30 miliar per tahun.

Canang sari sendiri memiliki makna yang begitu penting dalam sesajen yang dihaturkan oleh Umat Hindu Bali khususnya.

Makanya, canang sari wajib ada dan hadir dalam setiap persembahyangan bagi umat Hindu.

Meskipun canang sari disebut memiliki kuantitas paling kecil namun sangat penting perannya diberbagai bentuk upacara persembahyangan di Agama Hindu.

Maka dari itu Canang sari memiliki arti yang sangat penting bagi umat Hindu, dan keberadaan canang sari ini merupakan bentuk rasa terimakasi  kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Dikutip dari situs resmi STAHN Mpu Kuturan, Canang berasal dari sukukata ‘Ca’ yang artinya indah. Sedangkan kata ‘Nang’ artinya tujuan.

Sehingga hal ini dapat didefinisikan canang merupakan sarana untuk mencapai tujuan yaitu keindahan (Sundharam) kehadapan Ida Sang Hyang Widhi

Wasa.

Pada dasarnya, ada dua arti jika dilihat dari alasnya. Canang yang beralaskan ceper adalah simbul Ardha Candra sedangkan canang yang beralaskan sebuah tamas kecil merupakan simbol Windhu.

Editor : I Putu Suyatra
#bali #canang sari #hindu #denpasar #galungan