DENPASAR, BALI EXPRESS - Memasuki H-1 Galungan, harga canang sari mulai mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Bahkan sejumlah pedagang canang menaikkan harga jual mencapai 100 persen atau dua kali lipat dari hari-hari biasa.
Penampahan Galungan ini saja, harga canang sari sudah menyentuh angka Rp 35 ribu per bungkus (isi 25 biji).
Salah seorang pedagang canang sari di seputaran Jalan Ahmad Yani Denpasar, Ni Ketut Asih mengaku, kenaikan harga canang sari pada Galungan kali ini lebih tinggi dibandingkan Galungan sebelumnya.
Disebutkan, enam bulan lalu harga paling tinggi itu sekitar Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per bungkus untuk canang sari jenis kotak. Sementara pada hari hari biasa harga canang sari hanya Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per bungkus.
“Ini tinggi (harga canang sari) kali ini karena harga bunga dan ceper tinggi sekali. Harga ceper bisa Rp 110 ribu per 200 biji dari biasanya cuma Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per 200 biji,” ungkapnya, Selasa (1/8).
Sementara itu harga bunga, di antaranya bunga pacar mencapai Rp 40 ribu per kilogram dari biasanya Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu per kilogram.
Bunga mitir dari biasanya Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram.
Demikian juga bunga kembang seribu dari biasanya Rp 15 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram.
“Bunga Pacar selalu memang naik kalau pas Galungan, tapi bubga mitir biasanya normal sehingga canang sari ga begitu mahal. Sekarang semua pada naik,” katanya.
Untuk permintaan, Asih menyampaikan, permintaan cukup ramai. Khususnya jelang Galungan sudah mulai meningkat dari hari biasanya.
Demikian juga diungkapkan oleh pedagang canang sari lainnnya di kawasan Ubung Kaja Denpasar, Sari. Dia mengaku menjual canang sari Rp 35 ribu per bungkus.
“Sejak Sugian harga sudah naik. Saat itu sudah Rp 30 ribu,” sebutnya.
Melonjaknya harga canang sari ini, dikatakannya, diakibatkan harga bahan yang naik. Bunga pacar dikatakannya sudah mencapai Rp 45 ribu per kilogram, bunga mitir Rp 40 ribu per kilogram dan ceper mencapai Rp 120 ribu per 200 biji.
Editor : I Putu Suyatra