Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Wajib Tahu, Berikut Tahapan Sembahyang di Pura Tap Sai, Dilarang Langsung ke Utama Mandala

I Putu Mardika • Rabu, 23 Agustus 2023 | 15:00 WIB
Pamedek malukat di Pura Tap Sai, Karangasem, Bali.
Pamedek malukat di Pura Tap Sai, Karangasem, Bali.

BALI EXPRESS- Pura Pajinengan Gunung Tap Sai atau yang biasa disebut Pura Tap Sai terletak di lereng barat laut Gunung Agung, ketinggian 1400 meter dari permukaan laut.

Secara administrasi, Pura Tap Sai berada di Dusun Puragai, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Karangasem, Bali. Pura ini merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat umat Hindu di Bali.

Pura Tap Sai terdiri dari tiga areal atau mandala yang merupakan simbol tingkatan kesucian. Yakni bagian areal kanista mandala (jaba), madya mandala (jaba tengah) dan utama mandala (jeroan).

Di bagian kanista mandala ada empat buah bangunan/palinggih yaitu Palinggih Ratu Penyarikan Sakti, Palinggih Ratu Mekel Lingsir, Palinggih Widyadara-Widyadari, dan Palinggih Pengayengan Bhatara Dalem Ped.

Bentuk palinggih berupa gedong, padmasari, dan tugu yang kebanyakan sudah permanen, Palinggih Ratu Mekel Lingsir berbentuk batu alami yang besar.

Selanjutnya di madya mandala, itu ada lima buah palinggih dan beberapa buah bangunan penunjang.

Kelima palinggih itu adalah Palinggih Padmasari, Palinggih Sang Hyang Ganesa, Palinggih Jineng, Palinggih Taru Ee Baas, dan Palinggih Apit Lawang.

Bangunan penunjang terdiri atas Bale Pesandekan, Bale Pesantian, bangunan Jineng, Bale Gong, Bale Kulkul, dan Bale Dana Punia. Semua palinggih sudah permanen, hanya Bale Pesantian dan Bale Dana Punia kualitasnya masih semi permanen.

Jika pemedek hendak memasuki areal utama mandala, maka harus naik tangga yang cukup terjal setinggi kurang lebih 10 meter. Di bagian utama mandala terdapat 13 bangunan palinggih yang berfungsi sakral (suci) dan profan (umum).

Belasan pelinggih itu di antaranya ada Palinggih Jineng, Palinggih Padmasari, Palinggih Ratu Dasar, Palinggih Lingga Yoni, Palinggih Dewi Saraswati, Palinggih Dewi Sri, Palinggih Dewi Laksmi (Ratu Rambut Sadhana), Palinggih Batu Gede, Bale Pasimpenan, Bale Sakapat, Bale Pawedaan, Bale Pengaruman Alit.

“Di areal inilah ketiga palinggih yakni Dewi Saraswati, Dewi Sri, dan Dewi Laksmi (Ratu Rambut Sadhana) biasa disebut Tri Upasedana. Bentuk palinggihnya bisa berupa 1 palinggih dengan 3 ruangan/gedong dengan warna bahan menerapkan prinsip warna Tridatu yaitu merah, putih, dan hitam,” ungkap Pemangku Pura Tap Sai Jro Mangku Santa.

Hampir sama dengan pura umumnya di Bali, pamedek yang hendak sembahyang di Pura Tap Sai, mesti tahu di mana saja harus sembahyang serta tahapannya.

Mangku Santa berharap bagi mereka yang akan sembahyang agar mematuhi aturan yang ada.

Salah satu aturan itu adalah dilarang langsung ke mandala utama. Sebab, ada beberapa tahapan sembahyang yang harus diikuti oleh para pamedek.

Dimulai dari yang paling bawah di Palinggih Ratu Penyarikan Pengadang Adang, dilanjutkan sembahyang di Palinggih Ratu Gede Mekele Lingsir, sebuah palinggih batu besar bertuliskan huruf Bali.

Setelah itu naik lagi ke Palinggih Widyadara Widyadari. Kemudian dilanjutkan pangayengan Pura Dalem Ped di Nusa Penida.

Selanjutnya naik lagi menuju beji. Di sana pamedek malukat dengan tirta yang disebut tirta bang, yang merupakan salah satu jenis tirta di Pura Tap Sai. Ada tiga tirta dari sumber air berbeda di pura ini, yakni tirta bang, tirta selem, dan tirta putih.

Khusus untuk tirta putih belum dialirkan ke bawah karena masih harus mendaki. Sedangkan tirta selem sudah bisa diminta di areal mandala utama. Setelah malukat di beji ini, baru diperkenankan masuk areal madya mandala.

“Di sana terdapat sebuah palinggih Ganesha atau Sanghyang Gana. Setelah itu dilanjutkan ke mandala utama yang merupakan kompleks palinggih Ida Bhatari Tri Upa Sedana. Palinggih Lingga Yoni juga ada disini. Setelah itu, dilanjutkan sembahyang di Palinggih Ratu Hyang Bungkut,” terang pamangku berusia 56 tahun ini. (*)

Ilustrasi Data Bacaleg (Ainur Ochiem/R.Bjn)
Ilustrasi Data Bacaleg (Ainur Ochiem/R.Bjn)
Tangkapan layar live streaming Eiger di Shopee Live pada puncak kampanye Shopee 8.8 Grand Beauty & Fashion Festival.
Tangkapan layar live streaming Eiger di Shopee Live pada puncak kampanye Shopee 8.8 Grand Beauty & Fashion Festival.
Oscar Siregar, Digital Business Manager Eiger. Sumber: Facebook.
Oscar Siregar, Digital Business Manager Eiger. Sumber: Facebook.
NGAPUSI: Kapolsek Kretek AKP Haryanto mengungkap penipuan yang dilakukan HH di Mapolres Bantul, Senin (21/8). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
NGAPUSI: Kapolsek Kretek AKP Haryanto mengungkap penipuan yang dilakukan HH di Mapolres Bantul, Senin (21/8). (Gregorius Bramantyo/Radar Jogja)
Editor : I Made Mertawan
#bali #Pura Tap Sai #hindu #karangasem