Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

5 Lagu anak-anak Tradisional dari Bali yang Memiliki Makna Mendalam, Lengkap dengan Liriknya

Wibi Leksono • Rabu, 23 Agustus 2023 | 16:25 WIB
ilustrasi
ilustrasi

BALI EXPRESS - Lagu tradisional Bali ada banyak macamnya. Mulai dari lagu pengantar upacara hingga lagu anak-anak.

Seperti lagu daerah pada umumnya, lagu daerah Bali juga menggambarkan banyak hal seperti kehidupan sosial, spiritualitas, hingga filosofi hidup.

Sementara itu, lagu anak-anak Bali juga mengandung banyak makna, ada yang memberi pengajaran mengenai nilai-nilai kehidupan juga cinta kasih kepada sesama mahluk hidup.

Lebih jelasnya, berikut ini adalah beberapa lagu anak-anak daerah Bali yang memiliki makna yang mendalam.

  1. Putri Cening Ayu

Lagu Putri Putri Cening Ayu kerap dinyanyikan oleh orang tua saat menidurkan sang anak yang masih balita. Lagu ini mempunyai makna yang bercerita antara Ibu dan anaknya.

Si Ibu meminta anaknya menunggu saja di rumah selama Ibunya pergi ke pasar untuk berbelanja.

Makna yang terkandung dalam lagu Cening Putri Ayu ini adalah sikap patuh dan menjalankan dengan baik amanah yang diberikan oleh orang tua. Ada juga yang berpendapat bahwa lagu ini bermakna kebebasan anak untuk memilih jalan hidup atau menemukan jati dirinya.

Berikut ini adalah lirik lagu Putri Cening Ayu.

Putri cening ayu, ngijeng cening jumahMeme luas malu, ke peken meblanje Apang ade darang nasi

Meme titiang ngiring, nongos ngijeng jumah
Sambilan mengempu, ajak titiang dadue
Ditekani nyen gapgapin.

  1. Macepet-cepetan

Lagu Macepet-cepetan sering kali dinyanyikan dengan nuansa musik yang menghentak dan penuh semangat.

Lagu ini mempunyai makna  bahwa masyarakat Bali adalah orang yang sigap, cepat, dan tanggap dalam mengambil tindakan.

Lagu ini juga bisa menjadi lagu penyemangat dalam melakukan kegiatan sehari-hari oleh masyarakat Bali.

Berikut ini penggalian liriknya

Jani m’lati macepet – cepetan, Nanging limane tusing dadi matiang, Sejaba ento mekajang dadi, Nyenje kalah lakar gedhing

  1. Meyang-Meyong

Meong-meong, Alih je bikule, Bikul gede gede, Buin mokoh-mokoh, Kereng pesan ngerusuhin

Maknanya:

Lagu daerah Bali Meyang-Meyong berhubungan dengan hewan kucing. Dalam lagu tersebut diceritakan kucing sedang sedang berusaha menangkap tikus.

Lagu Meong-meong menceritakan tentang seekor kucing yang hendak menangkap tikus. Sebab, tikus suka membuat masalah.

Lagu Meong-meong juga dapat dimaknai secara lebih luas. Bikul atau tikus kerap dikonotasikan negatif oleh masyarakat. Sehingga dapat dimaknai untuk terus menegakkan kebenaran.

  1. Ratu Anom

Lagu Ratu Anom mempunyai makna agar kita selalu percaya diri menjalani kehidupan.

Lagu daerah ini seringkali dinyanyikan oleh anak-anak sebagai penyemangat untuk melakukan berbagai macam aktivitas dan agar anak tidak menjadi seorang pemalas.

Ini liriknya

Ratu anom metangi meilen-ilen Ratu anom metangi meilen-ilen Dong pirengang munyin sulinge di jaba Dong pirengang munyin sulinge di jaba

Enyen ento menyuling di jaba tengah Enyen ento menyuling di jaba tengah

Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan Gusti Ngurah Alit Jambe Pemecutan

Baca Juga: Luar Biasa! Streaming Jualan di Shopee Live, Brand Lokal Eiger Pecah Rekor Omzet 16 Kali Lipat!

  1. Mejangeran

Jangi Janger, sengsenge sengseng janger, Sengsenge sengseng janger. Serere nyo mane nyore Kelap kelap ngalap bunga

Langsing lanjar pamulune nyandat gading Saluat jani mejangeran Seriang ngentur rora roti

Arasijak Jangi Janger Arasijak Jangi Janger Arasijak Jangi Janger Arasijak Jangi Janger

Lagu Bali Mejangeran mempunyai makna yang mengajak pendengarnya untuk menari dan tidak terlarut dalam kesedihan. 

 

Editor : I Putu Suyatra
#Lirik #lagu bali #lagu anak anak