Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Diempon 33 Pemangku, Ini Struktur Sosial Kapemangkuan atau Pinandita di Pura Kehen

I Putu Mardika • Kamis, 31 Agustus 2023 | 01:00 WIB
PURA KEHEN: Pura Kehen Bangli diempon oleh 33 pemangku. Pura ini memiliki struktur sosial kapemangkuan.
PURA KEHEN: Pura Kehen Bangli diempon oleh 33 pemangku. Pura ini memiliki struktur sosial kapemangkuan.

BALI EXPRESS - Pura Kehen secara struktur sosial kapemangkuan atau pinandita diempon oleh 33 orang pemangku.

Para pemangku berasal dari desa-desa panyungsung pura yang mempunyai berbagai tugas dan kewajiban yang dibedakan atas 2 (dua) golongan, disebut dengan dangka dan pamaksan.

Dangka adalah pamangku yang mengempon khusus parampean atau palinggih-palinggih di utama mandala pura (jeroan) (berjumlah 16 pamangku). Sedangkan pamaksan adalah pembantu pamangku (Dangka) yang berjumlah 17 orang.

 Baca Juga: Satu Unit Armada Damkar Diusulkan untuk Dihapuskan, Ternyata Begini Kondisinya

Pengempon Pura Kehen, Jro Gede Kehen mengatakan, pemangku yang berjumlah 33 orang itu dipimpin oleh dua orang Pamangku Utama, yakni Jero Mangku Gede (Jero Gede) berperan sebagai ketua, dan Jero Mangku Pasek (Jero Pasek) sebagai wakil ketua.

Kedua pamangku utama ini dibantu oleh Jero Mangku Panyarikan (sekretaris) dan Jero Mangku Catu (bendahara).

Sebanyak 16 (saing nambelas) Dangka berasal dari Banjar Pakuwon, dan dibagi menjadi dua bagian kiri dan bagian kanan (sibak kiwa-tengen)

Kepemimpinan religi yang mendukung upacara di Pura Kehen, di antaranya  sebagai pemuput upacara adalah Ida Pedanda Siwa dan Budha. Sedangkan pamucuk pelaksana upacara di masing-masing ketiga pura adalah Jero Gede Pura Kehen (Tengen) dan Jero Gede Pasek (Kiwa). Apabila upacara di Pura Pucak Hyang Wukir, kedua orang Jero Gede baik Jero Gede kiwa dan tengen bertugas sebagai pemuput upacara.

Sedangkan di Pura Hyang Karimama dilaksanakan oleh Jero Gede Pasek (kiwa).

Secara Struktur Paduluan Gebog Satak Tiga Buungan juga terdapat sedikit persamaan dengan gebog-gebog satak lainnya di daerah Bangli yang memiliki kewenangan menjalankan adat-istiadat dan upacara keagamaan.

“Susunan organisasi penyelenggara ritual disebut dengan Ulu Apad saing 16 dengan segala tugas-tugasnya yang telah disuratkan di dalam Awig-Awig Desa Adat Gebog Satak Tiga Buungan pawos 12 point 3 dan pawos 13 point 2,” tutupnya.

Editor : Nyoman Suarna
#struktur #pinandita #pura kehen #pemangku #sosial