Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Daftar Rerahinan Hindu Bali Sepanjang September 2023, Tanggal 29 Purnama Kapat

I Putu Mardika • Minggu, 3 September 2023 | 15:00 WIB
Umat Hindu sembahyang di Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali saat rerahinan belum lama ini.
Umat Hindu sembahyang di Pura Agung Besakih, Karangasem, Bali saat rerahinan belum lama ini.

BALI EXPRESS- Bulan September 2023 ini terdapat sejumlah rerahinan Hindu di Bali.

Hari suci ini Hindu ini baik yang jatuh mengacu pada perhitungan pertemuan saptawara dengan pancawara, perhitungan wuku maupun berdasarkan perhitungan sasih.

Berikut rerahinan umat Hindu di Bali pada September:

6 September, Buda Kliwon Pahang

Buda Kliwon Pahang atau disebut dengan Buda Kliwon Pegat Uwakan merupakan rentetan Hari Raya Galungan.

Pada hari ini, umat Hindu akan melaksanakan upacara di sanggah merajan sebagai rasa syukur atas kelancaran yang diberikan sehingga bisa melewati perayaan Hari Galungan dan Kuningan.

Bertepatan dengan Pegat Uwakan ini, penjor yang dipasang rangkaian Galungan dan Kuningan pun dicabut. Namun tidak sembarangan mencabutnya. Ada prosesinya.

14 September, Tilem sasih Katiga

Hari tilem menjadi momentum bagi umat Hindu untuk melaksanakan pemujaan terhadap Sang Hyang Surya. Pada saat itulah diyakini Sang Hyang Surya melaksanakan Yoga Semadi

16 September, Tumpek Krulut

Tumpek Krulut juga dikenal dengan nama Tumpek Lulut. Kata lulut dalam bahasa Bali berarti jalinan atau rangkaian.

Pada reraianan ini, umat Hindu di Bali memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Dewa Iswara.

Sebagaimana dalam kehidupan adat dan budaya di Bali dikenal adanya gamelan sebagai sarana yang menampilkan tabuh atau suara-suara suci, maka Tumpek Krulut ini dianggap memiliki keterkaitan.

Dalam masyarakat Bali, untuk menyebut gamelan, orang sering menyebutnya gong. Satu perangkat gamelan sering disebut satu perangkat atau barungan gong. Maka, Tumpek Krulut pun identik dengan sebutan odalan gong.

20 September, Buda Wage Merakih

Hari Buda Wage Merakih diyakini sebagai momen untuk memuja Bhatari Rambut Sedana. Pada kesempatan ini juga diyakini untuk pantang membayar sesuatu.

Hal ini juga termuat dalam Lontar Sundarigama. Hari ini juga sebagai momen beryoganya Bhatari Manik Galih.

26 September, Anggarkasih Tambir

Anggarakasih Tambir merupakan rahinan yang merupakan pertemuan antara Pancawara Kliwon dengan Saptawara Anggara serta Triwara Kajeng. Pancawara Kliwon juga diyakini sebagai momen beryoganya Dewa Siwa

29 September, Purnama Sasih Kapat

Hari Purnama Sasih Kapat menjadi momentum penting dalam proses penyucian. Pada sasih Kapat dianggap sebagai waktu yang tepat dalam melaksanakan yadnya.

Pasalnya, Sasih Kapat diyakini sebagai momentum beryoganya Bhatara Parameswara sebagai wujud Sanghyang Purusangkara, yang diiringi oleh para Para Dewa, Widyadara-widyadari. Tidak mengherankan, Purnama Kapat dianggap sebagai Bhatara turun kabeh. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #rerahinan #pegat uwakan #hindu #purnama kapat