Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Arti dan Fungsi Bunga untuk Sarana Persembahyangan Umat Hindu di Bali

Putu Agus Adegrantika • Selasa, 5 September 2023 | 13:00 WIB
Umat Hindu di Bali sembahyang menggunakan bunga.
Umat Hindu di Bali sembahyang menggunakan bunga.

BALI EXPRESS– Bunga sebagai salah satu sarana untuk persembahyangan yang digunakan oleh umat Hindu di Bali.  Bunga ini pun memiliki arti dan maknanya tersendiri untuk bersembahyangan sesuai sastra yang ada.

Bunga dalam persembahyangan umat Hindu ini memiliki dua fungsi bunga yang penting dalam upacara. Yaitu berfungsi sebagai simbol Tuhan (Siwa) dan berfungsi sebagai sarana persembahan.

Sebagai simbol, bunga diletakkan tersembul pada puncak cakupan kedua belah telapak tangan pada saat umat Hindu menyembah.

Setelah selesai menyembah, bunga itu biasanya ditujukan di atas kepala atau disumpangkan di telinga.

Sedangkan bunga sebagai sarana persembahan, maka bunga itu dipakai untuk mengisi upacara atau sesajen yang akan dipersembahkan ke hadapan Tuhan atau roh suci leluhur.

Arti bunga dalam lontar Yadnya Prakerti disebutkan sekare pinaka katulusan pikayun suci. Artinya bunga sebagai lambang ketulusikhlasan pikiran yang suci.

Bunga sebagai unsur salah satu persembahyangan yang digunakan oleh umat Hindu bukan dilakukan tanpa dasar kitab suci.

Begitu juga  yang terdapat di dalam Bhagavadgita Bab IX sloka 26 menyebutkan unsur-unsur pokok persembahyangan yang ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa di samping daun, buah-buahan dan air.

Adapun sloka tersebut adalah :

Pattram puspam phalam toyam

Yo me bhaktya prayacchati

Tad aham bhaktyupahrtam

Asnami prayatatmanah

Artinya :

Siapapun yang dengan kesujudan mempersembahkan pada Ku daun, bunga, buah-buahan atau air, persembahan yang didasari oleh cinta dan keluar dari lubuk hati yang suci aku terima.

Dari bunga, buah dan daun di Bali dibuat suatu bentuk sarana persembahyangan seperti canang, kwangen, dan bija. Hal ini merupakan sarana persembahyangan yang berasal dari unsur bunga, daun, buah dan air.

Semua sarana persembahyangan tersebut memiliki arti dan makna yang dalam dan merupakan perwujudan dari Tattwa Agama Hindu.  (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #hindu #bunga