Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kalender Bali, Buda Kliwon Pegatuwakan: Hari Baik untuk Buka Lahan Pertanian, Pantang Melakukan Atiwa-tiwa

Putu Agus Adegrantika • Rabu, 6 September 2023 | 17:33 WIB
KALENDER : Kalender Bali menguraikan berbagai hari baik atau dewasa ayu untuk melakukan berbagai kegiatan, terutama saat Buda Kliwon Pahang atau Pegatuwakan.
KALENDER : Kalender Bali menguraikan berbagai hari baik atau dewasa ayu untuk melakukan berbagai kegiatan, terutama saat Buda Kliwon Pahang atau Pegatuwakan.

BALI EXPRESS - Buda Kliwon Pahang atau Buda Kliwon Pegatuwakan merupakan awal berbagai kegiatan upacara bagi umat Hindu setelah hari raya Galungan dan Kuningan.

Selain untuk mencabut penjor di depan rumah, hari ini  juga baik untuk memulai kegiatan pembangunan.

Berdasarkan https://m.kalenderbali.org/ yang pantang dan bisa dilaksanakan selama Buda Kliwon Pahang atau Buda Kliwon Pegatuwakan adalah sebagai berikut :

 Baca Juga: Buntut Rasisme di Sepakbola Indonesia, Pelatih Bali United Ingatkan Pentingnya Sikap Bijak dalam Mengkritik

Gagak Anungsang Pati, tidak baik melakukan upacara membakar mayat atau atiwa-tiwa.

Kala Luang, baik untuk membuat terowongan, menanam ketela atau umbi-umbian.

Kala Suwung, tidak baik untuk dewasa ayu dan berkunjung.

Pepedan, merupakan hari baik untuk membuka lahan pertanian baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi.

Purwanin Dina, tidak baik sebagai dewasa ayu.

Rangda Tiga, tidak baik melakukan upacara pawiwahan.

Salah Wadi, tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya (wiwaha, mapendes, potong rambut dll.), Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dll.

Uncal Balung, tidak baik melakukan semua jenis pekerjaan yang dianggap penting.

Sementara  mereka yang lahir pada Buda Kliwon Pahang ini memiliki beberapa sifat yang mencolok, yaitu :

Eka Wara: Luang.
Sunyi, Lapang.

Dwi Wara: Pepet.
Tertutup.

Tri Wara: Pasah.
Periang, senang bicara, senang membohongi teman-temannya.

Catur Wara: Jaya.
Pendiriannya teguh, tetapi suka iri hati sehingga sulit mendapat kesenangan.

Panca Wara: Kliwon.
Senang mengerjakan bangunan.

Sad Wara: Tungleh.
Senang berbohong, berbuat memalukan. Selalu bimbang. Tidak cocok menanam tanaman yang dipanen daunnya.

Sapta Wara: Buda.
Pikirannya bersih, tidak jahat, susila/sopan santun, senang menabung.

Asta Wara: Guru.
Berpikiran terang, dikasihani orang. Petuah dan nasehatnya dibutuhkan orang.

Sanga Wara: Urungan.
Apa saja yang diinginkan jarang terkabul, karena cepat marah. Lambangnya agni/api.

Dasa Wara: Manuh.
Tidak banyak bicara, senang menuruti kehendak orang lain.

Wuku: Pahang.
Dewa Tantra, wataknya keras kepala, mau menang sendiri, sombong, pemboros, tak suka bermusuhan, sedikit pendendam, rejeki sederhana.

Lintang: Tiwa-tiwa.
Penampilan maupun tutur katanya sangat sopan sehingga orang lain simpati terhadapnya. Selalu menjauhi dan tak mau mendengarkan kata-kata yang kasar. Sering salah paham dan putus asa, namun bila marah cepat reda.

Purnama-Tilem: Pangelong 6.
Senang berpikir dan bepergian, segala dilakukannya dengan riang, pengetahuannya luas.

Eka Jala Resi: Suka Pinanggih.
Mendapat senang.

Pararasan: Laku Surya.
Cerdas, suka memberi penerangan, banyak isi, berbahasa sopan, manis segala nasihatnya, terang budinya, mempunyai wibawa.

Panca Suda: Lebu Katiup Angin.
Hati sering goncang, gampang terombang-ambing, sukar menetapkan arah, kehidupannya kurang, sering gelisah bila duduk.

Pratiti Samut Pada: Sadayatana.
Suka berdebat, banyak mempunyai keinginan, pintar berbicara, jarang sakit, bila bepergian menemui keselamatan.

Berbahaya pada umur 5 hari, 5 bulan, 1 tahun, 8 tahun, dan 10 tahun. Meninggal pada Pratiti Separsa. Sebagai pedewasaan cukup baik. Sekalipun ada sedikit hambatan/kesulitan, tetapi keluarga dan pihak lain akan setia membantu.

Editor : Nyoman Suarna
#hari baik #tradisi bali #hindu bali #buda kliwon pahang #dewasa ayu #dresta bali #buda kliwon pegatuwakan